Eric
Henry Liddell
MENOMORSATUKAN
TUHAN JADI NOMOR SATU
(Diintisarikan
dari Renungan Anak Spirit Junior, Volume 39, Edisi Januari 2009)
SIKAP
HATI: PRIORITAS/ PRIORITY
TOKOH
INSPIRATIF DUNIA
Adik-adik, hari ini
kita akan mendengar kisah mengenai seseorang bernama : Eric Henry Liddell.
Siapakah dia ? Dia adalah seorang olahragawan yang hebat !! Piala-piala
bertumpuk-tumpuk di rumahnya….sangat banyak sekali…!!
Eric sering
memenangkan pertandingan Lari dan Rugby di pertandingan-pertandingan yang diselenggarakan
di negaranya.
Tapi sebelumnya,
kakak ajak kalian keluar ruangan ini, dan kita akan berlomba lari, setelah
lomba selesai, barulah kita akan masuk kembali ke sini.
AKTIFITAS AWAL KELAS
KECIL:
- Sebelum anda cerita ini, ajak anak-anak lomba lari. Gunakan garis start dan finish menggunakan tali, jangan lupa memberi hadiah pada pemenang
AKTIFITAS KELAS
TENGAH
- Ajarkan pada anak-anak cara start yang baik pada lomba lari dalam hitungan satu-dua dan tiga.
- Adakan lomba lari estafet, gunakan ikatan beberapa sedotan sebagai tongkat estafetnya. Gunakan garis start dan finish menggunakan tali , jangan lupa memberi hadiah pada pemenang
AKTIFITAS KELAS BESAR
- Catatlah perolehan waktu yang dicapai oleh masing-masing peserta lomba lari ini. Guru yang lomba lari, anak-anak yang mencatat perolehan waktu, gunakan stop wacth betulan, atau yang ada di HP. Catat hasilnya dan buat beberapa kali lomba dan catat peraih rekornya. Gunakan garis start dan finish menggunakan tali, jangan lupa memberi hadiah pada pemenang
Sejak kapan Eric jago
lari ?
Sejak ia SMA ia
sangat rajin berlatih lari 100 meter, bahkan ia terpilih menjadi Kapten Olah
Raga ‘rugby’ dan ‘cricket’ di sekolahnya. Karna sering berlatih dan bertanding,
akhirnya Eric menjadi pelari tercepat di seluruh Skotlandia.
Apakah Eric menjadi
sombong ?
Sama sekali tidak!
Walaupun Eric pandai lari dan sering menang dalam pertandingan ia sama sekali
tidak sombong, ia tetap rendah hati. Kepala sekolah SMA-nya pun mengatakan
bahwa Eric tidak sombong. Eric Liddell sadar bahwa bakatnya berasal dari TUHAN.
Apa Motto Eric?
Setiap kali berlari,
Eric selalu berkata dalam hatinya “Aku berlari untuk Tuhan” Eric tidak
pernah berlari supaya ia menjadi kaya, terkenal, hebat dan dikagumi, tetapi
satu saja keinginan Eric….dengan ia berlari sebaik mungkin, ia ingin
menyenangkan hati Tuhan, Memuliakan nama Tuhan.
Terpilih mewakili
Negara Inggris di Olimpiade
Setelah tamat SMA,
Eric terus bersekolah menjadi seorang mahasiswa. Ia belajar mengenai “Ilmu Alam
/ IPA” Pada saat ia masih menjadi mahasiswa , Eric dipilih oleh pemerintah
Inggris untuk mewakili Inggris bertanding di pertandingan tingkat dunia yaitu
Olympiade di PARIS, untuk cabang atletik lari 100 meter.
Ooow, betapa
senangnya…bisa ikut mengharumkan nama bangsanya.
Jadwal Pertandingan
Namun saat Eric
menerima jadwal pertandingan lari 100 meter, ia sangat terkejut dan
sedih…”waaaaaaah jadwal pertandingan lari 100 meter-nya kog diselenggarakan
hari Minggu ya….?”
Ia mengambil
keputusan yang sangat mengagetkan
“Hari minggu adalah
hari Sabat….pada hari minggu aku mau ke gereja menyembah Tuhan, aku ingin
menghormati Tuhan lebih daripada pertandingan ini. Jadi aku tidak mau ikut
pertandingan ini. Menghormati dan taat pada Tuhan bagiku adalah nomor satu,
tidak bisa ditawar-tawar”
“Saya tidak bisa ikut
olimpiade itu pak!” katanya pada komite Olimpiade.
“Maksudmu?” Tanya
pengurus komite Olimpiade itu kaget.
“Jadwal
pertandingannya minggu Pak, saya tidak bisa ikut, saya harus menghormati Tuhan
dan hari ibadah” jawab Eric tegas
“Lho…kamu ini gimana
?! Ini kesempatan emas…..kapan lagi kamu diutus mewakili Inggris? Ini olimpiade
lho Ric…..!! Jangan main-mian !!”
“Saya serius pak…!
Saya ndak jadi lomba ndak papa kog pak!”
Setelah keputusan ini
dimuat di Koran…..seluruh warga Skotlandia marah pada Eric. Tetapi Eric tidak
perduli.
Tuhan tentu senang
dengan sikap Eric yang menomorsatukan Tuhan dalam hidupnya.
Komite Olimpiade pun
rapat dan tetap memberi kesempatan pada Eric untuk tetap mengikuti Olympiade
tingkat dunia itu pada cabang lari 200 meter dan 400 meter.
“Baik, kamu tetap
ikut lomba!”
“Maksud bapak?”
“ikut yang cabang 200
mter dan 400 meter saja!, kedua pertandingan itu tidak diselenggarakan hari
minggu kog!”
“saya belum pernah
ikut pertandingan 200 meter apalagi 400 meter pak…!”
”Kan masih ada waktu untuk berlatih”
”Kan masih ada waktu untuk berlatih”
“tapi hanya tinggal
beberapa bulan lagi pak !”
“Saya yakin kamu t u
!”
”baiklah pak….saya akan berlatih segiat mungkin dengan waktu yang singkat ini”
”baiklah pak….saya akan berlatih segiat mungkin dengan waktu yang singkat ini”
Eric pun terus
berlatih lari 200 meter dan 400 meter, ia tidak putus asa, dan ia terus berdoa
menyerahkan hasilnya pada Tuhan.
“Aku berlari untuk
Tuhan….aku berlari untuk Tuhan……Aku berlari untuk Tuhan…” t uterus yang
dikatakannya dalam hatinya sementara ia berlatih dan berlatih terus.
PERTANDINGAN
Pertandingan pun
tiba. Dan hasilnya? Luar biasa !! Puji Tuhan !! Tuhan menolong Eric sehingga ia
menang dalam pertandingan lari 400 meter, ia mendapat medali Emas, bahkan
tidak hanya itu saja, ia memecahkan rekor dunia (jelaskan pada anak-anak apa
yang dimaksud dengan rekor dunia; Rekor dunia adalah Eric berhasil menjadi
pelari tercepat di dunia pada saat itu, lebih cepat dari juara-juara
sebelumnya), Bahkan di cabang lari 200 meter Eric juga mendapat medali
Perunggu.
Tuhan menolong Eric,
karna Eric mengutamakan Tuhan dalam segala hal.
Masa Kecil Eric
Mungkin kalian ingin
tahu, bagaimana masa kecil Eric?
Eric Henry Liddell
lahir pada tanggal 16 Januari 1902 di Tianjin, China. Lho kog di China? Ya,
karna papa dan mama Eric adalah hamba Tuhan/ missionaries yang dikirim Tuhan
untuk melayani di China. Sampai usia 5 tahun, Eric bersekolah di China, tetapi
pada saat usianya 6 tahun, ia dan keluarganya kembali ke Inggris.
Tetapi pada saat ia
SMA, ia tinggal di asrama sekolah ElthamCollege, dan berpisah dengan papa dan
mamanya yang kembali ke China melayani Tuhan di sana.
Meskipun tinggal jauh
dari orang tua Eric tidak malas belajar dan tidak malas mengembangkan bakatnya
berolah raga.
Apa yang dilakukan
Eric selain ‘berlari’?
Selain rajin belajar,
rajin berlatih lari, setiap ada waktu luang, Eric tidak menyia-nyiakan
waktunya, Eric menggunakan waktu luangnya untuk aktif di kegiatan penginjilan
kepada pelajar Skotlandia
Apa cita-cita Eric?
Sejak kecil Eric
bercita-cita ingin menjadi sorang missionaries/hamba Tuhan yang mengabarkan
injil pada orang China.
Apa yang dilakukan
Eric setelah selesai kuliah/ jadi sarjana?
Setelah selesai
kuliah, Eric pergi ke China dan menjadi seorang Missionaris/ hamba Tuhan di
sana.
Sebagai seorang hamba
Tuhan di China Eric dikenal sebagai seorang pekerja keras, tidak pernah malas,
dan ia giat menolong dan suka mendamaikan orang orang yang sering
bertengkar/bertikai.
Eric pun dikenal
sebagai orang yang tidak bernah berkata-kata yang buruk/kotor. Ia selalu
berkata-kata dengan baik, dan memuliakan nama Tuhan dalam setiap perkataannya.
Kematian Eric
Eric dipanggil Tuhan
saat berusia 43 tahun, karena sakit. Walaupun hidup Eric singkat, hanya 43
tahun saja, tetapi selama hidupnya Eric telah setia berusaha menyenangkan hati
Tuhan dalam segala perbuatannya.
Hal-hal yang dapat
kita contoh dari Eric
(biarkan anak-anak
menjawab, dan lengkapi jika ada yang belum disebutkan anak-anak)
- Eric menghormati hari sabat/hari minggu saat beribadah pada Tuhan. (terkadang ada anak-anak yang mementingkan lomba menggambar, sehingga tidak ke sekolah minggu, nah adik-adik, usahakan walau di pagi hari mengikuti lomba menggambar, sore harinya tetap ke gereja/ ke sekolah minggu). Bacalah Keluaran 20: 8 Ingatlah dan kuduskanlah hari sabat.
- Karna Eric sangat menghormati Tuhan, maka Tuhan pun memberkati perlombaannya, sehingga walaupun ia belum pernah mengikuti cabang 400 meter dan 200 meter, ia tetap menang bahkan memecahkan rekor. Yohanes 12:26
- Walau jauh dari orang tua, Eric tetap rajin belajar dan rajin mengembangkan bakatnya berolah raga (terkadang kita sering hanya mau belajar kalau diawasi mama/papa saja, dan malas mengembangkan bakat, malas berlatih piano, malas berlatih bahasa asing, dll)
- Walaupun banyak mendapat piala, Eric tidak sombong. (Nah adik-adik, kalau kamu menang dalam sebuah pertandingan jangan sombong, tetap sadari bahwa itu semua pemberian dan kasih karunia dari Tuhan) bacalah : Amsal 3: 34b tetapi orang yang rendah hati dikasihani-Nya
- Motto Eric : Aku berlari untuk Tuhan (ajak anak-anak membaca ayat yang berkatian dengan hal ini: I Korintus 10: 31 Jika engkau makan atau jika engkau minum , atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah. )
- Eric tidak membuang-buang waktu luangnya, kalau ada waktu luang ia mempergunakan waktunya untuk melayani Tuhan dengan tekun ( Efesus 5:16 dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.)
- Eric orang yang sangat rajin dan tekun, baik rajin berlatih berlari, rajin melayani Tuhan, rajin belajar. Amsal 6:6
- Eric dikenal sebagai orang yang tidak suka ngomong kotor, perkataannya selalu memberkati orang lain ( Efesus 4: 29 Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, dimana perlu, supaya mereka yang mendengarnya beroleh kasih karunia. )
Ayat emas:
I Korintus 10: 31
Jika engkau makan atau jika engkau minum , atau jika engkau melakukan sesuatu
yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.
Komentar
Posting Komentar