Hal yang perlu di perhatikan dalam hidup .
PENGKHOTBAH 7:2
Pergi ke rumah duka lebih baik
daripada pergi ke rumah pesta, karena di rumah dukalah kesudahan setiap
manusia; hendaklah orang yang hidup memerhatikannya.
Dalam
ibadah penghiburan yang pertama, Ev. Elly sudah mengingatkan baik kepada kita
maupun kepada keluarga yang ditinggalkan agar kita memiliki sikap yang benar
terhadap apa yang terjadi dalam diri kita, baik itu dalam suka maupun dalam
duka termasuk kita salah satu anggota keluarga kita telah tiada.
Pada
malam hari ini kita akan kembali merenungkan satu kebenaran firman Tuhan untuk
kembali mengingatkan kita dan menuntun kita bagaimana seharusnya kita yang
masih diberi kesempatan untuk hidup ini bersikap sebelum kita menghadapi yang
namanya “kematian”.
Oleh sebab itu, saya ingin
mengingatkan kepada kita semua bahwa firman Tuhan yang saya sampaikan ini bukan
untuk almarhum/orang yang sudah meninggal tetapi untuk setiap kita yang hadir
di tempat ini yang masih diberikan kesempatan oleh Tuhan untuk hidup agar kita
memperhatikan bagaimana seharusnya kita hidup, bagaimana seharusnya kita
mempersiapkan diri sebelum dipanggil oleh Tuhan.
--------------------------------
Setiap
kita akan menghadapi yang disebut dengan “kematian” sebab tidak ada seorang pun
yang akan luput dari hal tersebut. Syarat sebuah kematian bukanlah hanya untuk
-
orang yang sudah tua
-
bukan pula untuk orang yang masih muda
-
bukan hanya untuk laki-laki, namun perempuan pun
akan menghadapinya
-
bukan untuk orang yang kaya
-
bukan pula untuk orang yang miskin
-
bukan untuk orang di kota
-
bukan pula hanya untuk orang di desa
-
kematian pun bukan ditentukan dimana tempat kita
berada
-
dan kematian pun bukan pada jam tertentu
(terjadwalkan)
sebab syarat sebuah kematian bisa
datang kapan saja, dimana saja dan kepada siapa saja.
Renungan
kita pada malam hari ini diambil dari kitab Pengkhotbah, yaitu sebuah kita yang
ditulis oleh raja Salomo. Siapakah dia? (mungkin sebagian dari kita sudah tau)
-
dia seorang raja yang termahsyur
-
seorang raja yang kaya raya, ia dipercayakan
untuk membangun bait Allah dan membangun istananya dengan sebuah
kemegahan….dinding-dindingnya dilapisi dengan emas (bisa kita bayangkan
bagaimana megahnya)
-
bahkan firman Tuhan mengatakan bahwa raja Salomo
adalah raja yang berhikmat
-
dan tidak ada orang seperti dia dimasa sebelum
dia dan juga dimasa sesudah dia…
-
ia punya begitu banyak pelayan yang diajar untuk
bersikap dengan baik dalam masa pemerintahannya sehingga para tamu atau
raja-raja di sekitarnya yang berkunjung ke istananya memuji semua hal itu… betapa luar biasanya raja Salomo
bukan?
Tapi, , , ,
pertanyaannya adalah mengapaaaaaaaa dia mau menuliskan dan sepertinya dia begitu sibuk mengingatkan
setiap orang tentang hal-hal yang mungkin dianggap sepele atau tidak penting di
mata orang-orang, yaitu mengenai sebuah keadaan manusia? Ketika dalam firman
Tuhan dituliskan mengenai rumah duka, maka hal itu adalah identik dengan sebuah
peristiwa yaitu kematian…. Mengapa Salomo mau mengingatkan kepada kita tentang
hal yang demikian?
Sebab, dia
sudah melihat, mengamati dan mempelajari apa yang diterjadi dan dilakukan oleh
orang-orang di dalam dunia ini.
Pengkhotbah 7:2 mengatakan bahwa pergi ke rumah duka lebih
baik daripada pergi ke rumah pesta, karena di rumah duka kesudahan setiap
manusia; hendaknya orang yang hidup memerhatikan.
Selain sudah memiliki semua yang
saya sebutkan tadi (harta kekayaan dan hikmat), saya percaya Salomo pernah
menghadiri sebuah acara pesta yang besar dan super duper mewah atau mungkin
justru dialah yang mengadakan pesta yang mewah tersebut,,, dan dia belajar
banyak hal dari sana sehingga ia mengatakan bahwa lebih baik pergi ke rumah
duka…
Apa maksudnya?
Ketika Salomo menuliskan tentang
pesta, maka dia tidak sedang menuliskan sebuah acara seperti pernikahan dan
lain sebagainya, tetapi sedang menuliskan tentang bagaimana manusia mengadakan
kegiatannya sendiri untuk mencari kesenangan yang begitu identik dengan pesta
pora dan kemabukan .(oleh sebab itu dalam kitab Ayub juga dicatat bahwa Ayub
selalu mempersembahkan korban bakaran untuk meminta ampun dari Tuhan apabila
anak-anaknya sudah mengadakan pesta, jangan sampai disana anak-anaknya berbuat
suatu hal yang tidak menyenangkan hati Tuhan – menyakiti hati Tuhan).
Firman Tuhan
mengingatkan bahwa lebih baik pergi ke rumah duka sebab ketika kita berada di
rumah duka pada saat ini banyak hal yang dapat kita renungkan dan banyak hal
yang dapat kita pelajari bersama.
Salomo bukan
juga hanya memerhatikan, mengadakan serta datang ke rumah pesta. Tetapi ia juga
tentu pernah hadir dalam rumah duka atau mengalami sebuah kedukaan dan disana
ia melihat bahwa “di rumah dukalah kesudahan segala sesuatu”
Ia menyadari bahwa berakhirlah
hidup seseorang ketika menghadapi
kematian serta tidak ada hal yang dapat dibawa
(seperti yang dikatakan dalam kitab Ayub – dengan telanjang aku keluar
dari kandungan ibuku dan telanjang pula aku akan kembali) , , dan Salomo juga
meluhat tidak ada hal yang dapat dikerjakan. Dan hal ini tidaklah ia dapat atau
mungkin jarang ia temui dan pikirkan ketika berada di rumah pesat/saat
berpesta.
Selanjutnya, Firman Tuhan juga
berkata bahwa “HENDAKNYA ORANG YANG
HIDUP MEMERHATIKANNYA”
Firman Tuhan mau agar kita dapat
memerhatikan, menimba ilmu dan menjadi bijak dalam kehidupan ini “SELAMA KITA
HIDUP”
Apa yang patut/perlu kita
perhatikan?
Ada banyak hal yang perlu kita
perhatikan… tetapi malam hari ini saya ingin mengajak kita memerhatikan 2 hal
berikut:
1.
Hidup ini begitu singkat
Ibrani 9:27 “dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja,
dan sesudah itu dihakimi”
Yakobus 4:14 “sedang kamu tidak tahu apa yang terjadi besok. Apakah arti hidupmu?
Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap”
Kita harus memerhatikan bahwa
hidup kita ini hanya satu kali dan hal itu merupakan hal yang singkat seperti
uap.
Kalau kita melihat uap (atau
lebih mudahnya adalah asap), mungkin kita melihatnya beberapa detik, paling
lama beberapa menit. Tidak lama kemudian akan hilang lenyap. Seperti itulah
hidup kita ini hanya satu kali dan singkat.
Makanya Banyak orang berpikir dan
menaruh harapan dengan mengatakan, kalau saya umur panjang saya mau bertemu
dengan saudara saya yang disini, yang disitu, saya mau lakukan ini, lakukan
itu, akan pergi sini dan akan pergi ke situ…
Hal itu diungkapkan sebenarnya karena suatu kesadaran
bahwa hidup ini begitu singkat. Dan kalau diberi kesempatan maka akan melakukan
ini dan itu.
Bagian lain dalam kitab PENGKHOTBAH 9:5a “karena orang-orang
yang hidup tahu bahwa mereka akan mati,
Hal ini pun tertuang dalam sebuah
pujian rohani Kristen. Jika kita mengenal penyanyi rohani Kristen bernama Jonathan Prawira pada lagunya yang berjudul “hati
s’bagai hamba” dalam liriknya dituliskan
“ku
tak membawa apapun juga saat kudatang kedunia….
“kutinggal
semua pada akhirnya saat ku kembali ke sorga…
Dalam lagu ini menyatakan
bagaimana kita datang ke dalam dunia dan setelah itu akan kita tinggalkan
kembali… karena hidup ini begitu singkat.
Dan kalau kita menyadari bahwa
hidup ini singkat, maka yang kedua adalah…
2.
Hidup manusia tidak
kekal tanpa Yesus
Yohanes 3:16 “karena
begitu besar kasih Allah akan dunia ini sehingga Ia telah mengaruniakan
Anak-Nya yang tunggal (yaitu Tuhan Yesus Kristus) sehingga setiap orang yang
percaya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal”
Yohanes 10:28 “dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti
tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut
mereka dari tangan-Ku”
Tanpa Yesus, kehidupan manusia
menjadi sia-sia. Tanpa Yesus hidup manusia berujung pada suatu kebinasaan. Oleh
sebab itu, bagi kita yang masih hidup mari kita percaya dan beriman kepada
Yesus agar kita beroleh keselamatan itu (hidup yang kekal itu). Sebab kita
tidak dapat menyelamatkan diri kita sendiri.
Kembali kepada kitab Pengkhotbah…
Ketika membaca kitab tersebut
(Pengkhotbah) maka kita perlu menyadari dan memerhatikan bagaimana Allah
berbicara kepada kita melalui kitab tersebut.
-
Dalam kitab tersebut kita akan melihat Allah
sebagai PENCIPTA yaitu yang mengatur
segala sesuatunya. Oleh sebab itu begitu penting bagi kita untuk menyadari
bahwa tidak ada hal yang dapat kita banggakan dalam diri kita sebab kita ada
dalam dunia ciptaan-Nya
-
Yang kedua, bahwa Allah adalah sang PEMEGANG KUASA. Allah berkuasa baik di
bumi dan di sorga. Oleh sebab itu, untuk sampai ke sana kita harus mengikut
petunjuk yang diberikan oleh-Nya yaitu melalui beriman kepada Yesus. Sebab
Yesus lah jalan Kebenaran dan Hidup.
Hanya yang
berasal dari sorgalah yang tahu jalan menuju ke sana yaitu Yesus itu sendiri.
-
Kita melihat Allah sebagai HIKMAT YANG TIDAK TERSELAMI yaitu DIAlah Hikmat dari segala sesuatu
yang ada dan tidak ada yang seperti DIA. Dalam kitab Pengkhotbah, Allah mau
mematahkan buah dari pikiran-pikiran kita yang paling brilliant sekali pun
dengan begitu banyak dalam tanda kutip “tebakan-tebakan” yang hanya bisa kita
jawab dengan satu jawaban bahwa SEGALA
SESUATU ADALAH KESIA-SIAAN BELAKA TANPA YESUS dalam hidup kita. Sebab jika
kita tidak menempatkan Yesus dalam hidup kita sebagai yang utama, sebagai
pemegang otoritas tertinggi, sebagai Tuhan dan Juruselamat kita maka hidup kita
perlu was-was. Oleh sebab itu, mari kita tempatkan Yesus sebagai yang utama
dalam hidup kita.
Bagi keluarga yang ditinggalkan
dan yang berduka diingatkan kembali agar dalam kehidupan keluarga tetap
menempatkan Yesus sebagai sandaran dalam menjalani kehidupan. Sebab di dalam
Yesus ada kekuatan, di dalam Yesus ada penghiburan yang sejati yang dikerjakan
melalui Roh Kudus.
Dan bagi kita semua yang hadir,
biarlah kita juga merenungkan dan menyadari bahwa semua hal yang kita lakukan,
semua yang hal yang kita capai, semua hal yang kita miliki, bahkannn hidup
tidaklah berarti tanpa Yesus.
Jadi, marilah kita semua
memerhatikan hal-hal ini dalam kehidupan kita selama kita masih diberi
kesempatan . . .
Komentar
Posting Komentar