ARTI PANGGILAN MELAYANI
FILIPI 3:13
Apa arti panggilan melayani bagi
kita semua?
Apakah ketika kita jadi orang
Kristen, kita terpanggil untuk melayani?
Ya, kita harus melayani….
Ketika kita menjadi orang
Kristen, kita tidak hanya terpanggil sebagai pewaris kerajaan Allah tetapi kita
terpanggil untuk melayani. Sebab ketika Yesus datang di dalam dunia Dia berkata
bahwa Dia ada untuk melayani dan Yesus menunjukkan sikap yang benar-benar
merendah untuk melayani. (Lukas 22:27)
“sebab siapakah yang lebih besar: yang duduk
makan atau yang melayani? Bukankah dia yang duduk makan? Tetapi Aku ada di
tengah-tengah kamu sebagai pelayan”
Yohanes 13:5
“kemudia Ia [Yesus] menuangkan air ke dalam basi,
dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya lalu menyekanya dengan kain yang
terikat pada pinggang-Nya itu”
Kita semua terpanggil untuk
melayani. Sebab ketika kita bersama dengan Kristus dalam kerajaan Sorga,
Alkitab berkata bahwa kita akan melayani Dia, Raja di atas segala raja untuk
selamanya…
Beberapa pendapat hamba
Tuhan dari berbagai tempat tentang arti sebuah pelayanan dalam kehidupan mereka
M.R dari Berau KalTim: panggilan melayani adalah suatu
kehormatan yang diberikan oleh Tuhan kepada saya sebab saya sadar bahwa tanpa
undangan dari yang Empunya pelayanan, saya tidak akan mampu.
Y.K.M dari Kupang NTT: arti panggilan melayani bagi saya
adalah panggilan untuk menyenangkan hati Tuhan seumur hidup.
O.A.B dari Lampung: melayani bagi saya pribadi adalah
sebuah anugerah yang Tuhan berikan kepada saya untuk melayani Dia. Dan bagi
saya panggilan melayani adalah cara Tuhan memakai kita untuk menggenapi visi
yang Dia berikan kepada kita.
E.E dari Makassar: panggilan melayani bagi saya adalah
panggilan dan ibadah: kita diselamatkan untuk mengerjakan pekerjaan baik yang
telah disiapkan Allah sebelumnya yaitu melayani seperti Kristus melayani kita.
Pelayanan sama dengan biadah, kita melayani sebagai wujud ketaatan dan kasih
kita kepada Allah, sehingga pelayanan bukan menjadi beban, tetapi kesukaan
untuk menyenangkan Tuhan.
M.F.B.L dari Jambi: panggilan melayani bagi saya adalah
kehormatan dan anugerah. Kehormatan karena suatu hal yang luar biasa mempunyai
kesempatan untuk melayani Raja di atas segala raja. Anugerah karena melalui
pengudusan-Nya pelayanan itu menjadi berarti di hadapan-Nya, tanpa kekudusan
siapakah yang dapat menyenangkan hati-Nya?...
Lalu, apakah arti pelayanan bagi kita?
Sebuah
pelayanan dapat kita mengerti ketika kita menghidupi pelayanan tersebut. Sebuah
pelayanan bukanlah sebuah pengorbanan kita. Tetapi PENGORBANAN KRISTUS dan
TELADAN PELAYANAN KRISTUS lah yang harus menjadi standar pelayanan kita kepada
Allah, kepada sesame orang beriman dan kepada semua orang.
Ada 2 hal mengenai tugas kita di
dunia ini:
1.
Melayani: yaitu kepada saudara seiman kita
2.
Misi: yaitu kepada semua orang agar mereka
mengenal Kristus melalui hidup kita.
Kita akan fokuskan kepada
MELAYANI yang dalam hal ini kita akan merenungkan tentang apa “ARTI PANGGILAN
MELAYANI”
Selama kita hidup, kita selalu
mau menjadi orang yang berarti bagi diri kita, bagi orang terdekat kita
(keluarga, anak, orang tua) atau bagi tempat kita bekerja atau bagi sesame
kita. Benar bukan?
Tahukan kita apa yang terjadi
dengan pelayanan dari hamba Tuhan?
Survey yang dilakukan di Amerika
tahun 2011 menunjukkan beberapa hal:
-
100 % hamba Tuhan punya kenalan atau rekan yang
mundur karena burnout, konflik di gereja dan masalah moral
-
89 % memikirkan untuk mundur dari pelayanan
-
81 % mengakui gereja mereka tidak memiliki
program efektif untuk menolong jemaat memperdalam hubungan dengan kristus
-
57 % siap pindah ke tempat yang “lebih baik”
bahkan untuk pekerjaan secular
-
0 % sempurna
Ini adalah fakta pelayanan hamba
Tuhan, bagaimana dengan pelayanan kita?
Apakah kita juga merasa demikian?
Sebuah Situs (WARUNG SATE KAMU)
yang menyediakan saat teduh menyebutkan 4 pergumulan yang di alami jemaat dalam
melayani.
1.
Orang-orang yang tidak tertarik (ketika
merancangkan suatu kegiatan dalam gereja namun jemaat lain tidak mendukung atau
menganggap itu tidak perlu
2.
Orang-orang yang mematahkan semangat
Memberikan
tanggapan yang tidak baik sehingga membuat pelayan itu menjadi kecewa dan tidak
mau membantu
3.
Orang-orang yang berbeda
Mereka tidak
menghargai karena beda status ekonomi, beda suku, dan perbedaan focus
pelayanan. Ada yang mau pelayanan hanya focus di pelayanan anak misalnya,
tetapi mengkritik mereka yang focus dalam pelayanan pemuda dll… padahal
seharusnya saling mendukung. Hal ini terjadi di banyak gereja. Kadang karena
takut tersaingi
4.
Orang-orang yang menghakimi kita berdasarkan
pelayanan kita
Ada yang melayani
dengan porsi yang banyak lalu menghakimi mereka yang melayani “Sedikit” . orang
merasa bahwa pelayanannya lebih penting dari lainnya.
Kadang-kadang mungkin hal demikian terjadi dalam gereja
kita. Tetapi lantaskah itu membuat kita mundur dari pelayanan dan KEHILANGAN
ARTI PANGGILAN KITA UNTUK MELAYANI?
Pengenalan kita yang benar akan
Kristus membuat kita mengerti mengapa kita harus melayani…
Hal ini ditunjukkan oleh rasul
Paulus dalam suratnya kepada jemaat yang ada di Filipi…
Pada pasal sebelumnya, Paulus
menuliskan maksudnya untuk mengirimkan Timotius kepada jemaat Filipi untuk
melayani di sana FILIPI 2:19-20
“tetapi dalam Tuhan Yesus kuharap segera
mengirimkan Timotius kepadamu, supaya tenang juga hatiku oleh kabar tentang hal
ihwalmu. Karena tak ada seorang padaku, yang sehati dan sepikir dengan aku dan
yang begitu bersungguh-sungguh memperhatikan kepentinganmu.”
Pelayanan ini dilakukan agar
supaya Timotius yang adalah anak rohani dari rasul Paulus dapat memnuhi
kebutuhan mereka akan berita injil Kristus dan bentuk pelayanan lainnya yang
dibutuhkan oleh jemaat.
Mengapa?
Sebab SETIAP PELAYANAN YANG
DIDASARKAN PADA PENGENALAN AKAN KRISTUS YANG BENAR akan membawa orang-orang
juga melihat Kristus melalui pelayanan tersebut.
Teringat dengan cerita retreat
yang disampaikan oleh Pdt. Rico Tan beberapa bulan yang sudah lalu di GKKK
Bone, beliau menyaksikan bahwa ketika ada suatu pelayan retreat jemaat dan pada
saat itu sedang sharing per kelompok yang dibagi 2. Ada wanita dan pria.
Di kelompok wanita tersebut ada
yang baru pertama kali gabung dengan gereja dan ikut retreat dan wanita/ibu
tersebut bukanlah orang Kristen pada saat itu. Ketika sedang sharing satu
dengan lainnya dimana ada ibu yang bercerita tentang pergumulannya, kemudian
ibu yang lain saling menguatkan, lalu ada lagi yang lain bergantian cerita dan
di mereka selalu saling menguatkan. Akhirnya, ibu yang baru ini merasa sharing
dan cerita bersama dengan ibu-ibu dalam gereja ini berbeda. Apa yang beda?
Kalau biasanya ibu ini cerita
tentang masalahnya pada perkumpulan ibu-ibu lainnya yang bukan orang percaya,
mereka akan menyuruh ibu itu membalas atau mereka menambah-nambahi dengan
kata-kata mereka sehingga membuat ibu ini menjadi lebih berat rasa, atau kalau
tidak, ibu ini disalahkan oleh mereka.
Tetapi berbeda ketika dia melihat
ibu-ibu yang lain sharing. Tidak ada yang menyuruh untuk melakukan hal yang
tidak baik, tetapi mereka saling menguatkan dan akhirnya saling mendoakan.
Sehingga ibu ini merasa bahwa lingkungan orang percaya itu berbeda dan dia
merasa nyaman. {saya lupa apakah ibu ini akhirnya percaya atau tidak}
Tetapi,,,,,, apa yang mau kita pelajari?
Pelayanan retreat yang sudah diusulkan
oleh orang-orang, yang sudah direncanakan, dan dilaksanakan oleh orang-orang
tersebut melalui gereja membuahkan suatu hasil. Dari pelayanan tersebut dapat
membawa orang melihat bedanya orang percaya dan orang yang tidak percaya kepada
Tuhan… apakah ditempat ini juga demikian?
Pelayanan yang dilakukan oleh
orang-orang dalam gereja itu penting sebab kita percaya jika dilakukan berdasarkan apa yang Kristus
kehendaki tentu akan menghasilkan buah bagi kemuliaan Tuhan.
Mengenai pelayanan, rasul Paulus
menegaskan kepada jemaat yang ada di Filipi, hal itu bukanlah suatu yang dapat
disombongkan.
Tapi,,,,, kalau Paulus mau
sombong dan mau kelihatan “JAGO” oleh orang lain, itu merupakan hal yang mudah
dan merupakan suatu kebanggaan baginya.
Mau dilihat dari sisi mana? Sisi
buruk atau sisi baik?
Kalau mau dibandingkan
baik-baikan, ia tentu bisa. Dalam pasal yang kit abaca dalam ayat
sebelum-sebelumnya dia menyatakan disana (ayat 5):
-
Ia disunat pada hari kedepalan sesuai dengan
ajaran Yahudi yang berlaku
-
Bangsa Israel
-
Suku Benyamin asli >>>suku yang
diperayakan untuk mengambil pelayanan dalam rumah Tuhan
-
Orang Ibrani asli
-
Mengenai ketaat terhadap hokum taurat, , ia
adalah orang farisi… kaum yang benar-benar mengamati dan menuruti hokum taurat
bahkan sampai hal-hal yang paling kecil dan detail. Yang menganggap diri
sebagai pemimpin agama yang saleh.
-
Dalam menaati hokum taurat, ia tidak bercacat
(ayat 7)
Itu semua adalah hal-hal yang
kelihatannya baik dan saleh. Tapi sebenarnya juga tidak
Lalu, bagaimana dengan sisi yang
buruknya? (ayat 7)
-
Ia adalah seorang penganiaya jemaat…
Hal demikian mungkin terjadi
dalam kehidupan kita, kita begitu bangga karena dahulu sebelum melayani kita
adalah orang yang punya etika baik, punya nama baik, punya peranan yang baik….
Hal demikian biasa kita jadikan sebagai kebanggaan.
Kalau tidak, yang kita banggakan
adalah bahwa kita dahulu adalah orang berdosa, orang yang benar-benar jahat
tapi sekarang bisa melayani…
Mungkin masa lalu kita demikian
punya sisi baik dan buruk. Dan itu menjadi cerita kita, menjadi suatu yang
sangat membanggakan untuk kita tunjukkan kepada orang-orang. Mau kasih lihat kepada orang-orang inilah
saya sekarang sudah hebat padahal dahulu kehidupan saya demikian… hal ini juga
sebenarnya jangan sampai terjadi. Mengapa? Sebab itu adalah masa lalu… jika kita meninggikan masa lalu
kita, mengungkapkan masa lalu kita tanpa kita meninggikan mengungkapkan Yesus
lebih tinggi dari semua, maka semuanya sia-sia. Sebab yang lalyak kita
tinggikan hanyalah Dia. Apa yang mau kita banggakan dari pelayanan kita? Tidak
ada!!!!
Itu semua karena anugerah Allah.
Yang harus dimuliakan dalam
pelayanan kita adalah Dia yang empunya pelayanan dan memercayakan pelayanannya
kepada kita.
Melayani bukanlah hal yang mudah. Kadang kala ketika kita
melayani, itu semua adalah karena motivasi-motivasi yang salah. Dan Allah tidak
mau tentunya kita layani dengan cara yang demikian. Oleh sebab itu kita perlu
mengerti dan mengenal arti panggilan pelayanan kita.
Dari pesan Paulus kepada jemaat
di Filipi, kita belajar 2 hal tentang memahami arti panggilan pelayanan
1.
Melupakan apa yang ada di belakang
Apa maksudnya?
Apa yang ada dibelakang kita?
Yang ada dibelakang kita adalah
masa lalu. Seperti apapun masa lalu kita, kalau kita sudah percaya kepada Tuhan
maka kita menjadi orang-orang yang berarti, orang-orang yang istimewa,
orang-orang yang berharga di mata-Nya.
Tuhan tidak mengingat-ingat lagi
kesalahan kita. Sebab Dia telah menjadi korban yang sempurna untuk pengampunan
dosa kita
IBRANI 10:!7 “dan Aku tidak lagi mengingat dosa-dosa dan
kesalahan mereka”
Allah melakukan penebusan yang
total bagi kehidupan kita. Oleh sebab itu kita pun jangna mengingat-ingat lagi
keburukan dan kesalahan kita di masa lalu. Dan marilah kita melayani DIA, yang
layak menerima segalanya.
Banyak orang yang telah
terpanggil untuk melayani Tuhan. Dan mereka juga banyak dari orang-orang yang
punya masa lalu buruk, yang punya masa lalu tidak benar. Tetapi Tuhan mau
pakai.
Contoh Pdt. Agus Sutikno
Pendeta bertato yang memelihara
anak-anak, PSK, orang yang tidak punya dana untuk pendidikan, orang yang kena
HIV/AIDS, dan orang-orang susah di lingkungannya yang ada di Jawa Tengah.
Dan dijuluki, pendeta jalanan.
Dahulu ia akrab dengan alcohol dan kekerasan, bahkan sampai dirinya bertato
begitu banyaknya, ia hidup dengan keras berpindah-pindah dari satu kota ke kota
lainnya.
Tetapi apa yang terjadi?
Ketika ia sedang menjadi
gelandangan di terminal bis selama 2 hari, tanpa uang sepeser pun dan tanpa
keluarga… sampai akhirnya ia menyadari keberadaannya yang tidak berdaya tanpa
Tuhan, akhirnya membuatnya memutuskan untuk masuk Sekolah Alkitab dan
mengabdikan diri sebagai pelayan Tuhan. Dan mendirikan yayasan untuk menampung
anak-anak dan orang tua yang dia layani.
Demikian juga Paulus pada saat
itu tahu bagaimana kehidupannya. Tidak ada yang bisa dibanggakan. Bahkan dalam
ayat sebelumnya (Filipi 3:7-8) ia berkata bahwa:
“Tetapi apa
yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus.
Malahan segala
sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku lebih
mulia daripada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu
dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus.”
Pengenalan akan Kristus jauh
lebih penting, jauh lebih mulia daripada semua. Dan ketika mengikut Kristus
maka semuanya harus kita lepaskan. Sebab kita tidak layak bagi kerajaan Allah
bila kita tidak melepaskannya.
Apa yang ada dibelakang kita
janganlah menghalangi kita untuk melayani Tuhan.
Paulus maupun Pdt. Agus Sutikno ini memiliki masa lalu
yang juga begitu suram. Tetapi ketika mereka tidak lagi mengingat hal
itu karena Kristus yang telah menebus mereka, maka mereka dapat melayani Tuhan
dengan sungguh-sungguh tanpa dibebani oleh bayangan masa lalu.
Bagaimana masa lalu kita?
Apa kita merasa baik-baik saja?
Apakah kita merasa sudah mengenal
Kristus dengan sungguh-sungguh sehingga merasa kita tidak perlu melayani DIA?
Cerita pribadi
Sebelum saya sekolah teologi,
saya merasa diri saya baik-baik saja dan tidak ada masalah dengan diri saya.
Hingga suatu saat saya bertobat dalam sebuah KKR pada kelas 3 SMA. Disana
diingatkan bahwa kita semua adalah orang berdosa.
Mungkin saya bukanlah orang yang
suka mabuk-mabukan, merokok, tindak kekerasan, tidak pernah berhubungan dengan
yang namanya polisi.
Tetapi saya mendapati diri saya
sebagai orang Kristen yang beribadah dan melayani Tuhan hanya sebagai rutinitas
belaka, bukan karena kesadaran akan Kristus yang sudah mati bagi saya. Toh saya
anak hamba Tuhan.
Dan saya sudah berjanji kepada
ayah saya bahwa saya tidak akan jadi pendeta seperti mereka. Saya punya
cita-cita sendiri. Tetapi ketika tiba hari pertobatan itu, saya mengubah
pernyataan saya di hadapan Tuhan. Saya berkata bahwa apapun yang Tuhan mau saya
lakukan, akan saya lakukan. Apapun Tuhan mau jadi dalam hidup saya, akan saya
serahkan semuanya kepada Tuhan.
Hingga akhirnya Tuhan tangkap
saya dengan cara yang halus. Melalui jurusan music gerejawi STT Jaffray
Makassar. Seperti yang sering saya ceritakan bahwa saya piker semua hanya
belajar music ternyata tidak justru pelajarannya adalah pelajaran teologi. Dan
hingga satu saat dosen saya mengingatkan saya dalam khotbahnya bahwa kita yang
hadir pada saat itu dan memilih kuliah di STT Jaffray Makassar kita semua
TERSESAT DI TEMPAT YANG TEPAT. Dan dari sana saya semakin dikuatkan dalam
panggilan pelayanan saya.
Bukan soal masa lalu kita kelihatan baik atau buruk.
Tetapi bahwa setiap kita layak untuk melayani Allah kita yang luar biasa karena
Ia telah melakukan yang terbaik bagi kita melalui penebusan dosa bagi setiap orang yang percaya
kepada-Nya
Apakah bapak/ibu pernah juga
berpikir hal demikian bahwa hidup kita baik-baik saja jadi tidak perlu
melayani?
mari kita melayani dengan tidak
melihat masa lalu kita, entah kelihatan baik atau buruk, SEBAB SESUNGGUHNYA tanpa Tuhan semuanya
adalah buruk dan menuju kepada kebinasaan. Jadi, mari kita melayani Tuhan
dengan tidak melihat masa lalu kita.
TUHAN YESUS BERKATA
LUKAS 9:62 “setiap orang yang siap membajak tetapi menoleh ke belakang,
tidak layak untuk kerajaan Allah”
2.
Mengarahkan diri kepada yang ada di hadapan kita
Rasul Paulus dalam sisa hidupnya
mengingatkan agar supaya selagi masih ada waktu, mari kita pergunakan untuk
melayani Tuhan. Sebab, kapan waktunya, kita tidak tahu.
JOHN WYCLIFFE mengatakan bahwa: mengarahkan diri kepada
apa yang ada di hadapanku secara jelas melukiskan seorang pelari yang
menggerakkan seluruh sisa tenaganya dan berpacu ke agaris akhir.
Berarti dengan segenap tenaga dan
kemampuan kita, mari kita pakai untuk melayani Tuhan. Sebab kita semua akan sampai pada garis akhir kita
masing-masing. Seperti seorang pelari yang terus menerus berlari hingga
finis.
Marilah kita
meninggalkan warisan yang berharga kepada generasi selanjutnya, yaitu warisan
iman yang benar dalam Kristus Yesus, sehingga mereka bisa meneruskannya.
Warisan iman dan warisan
pelayanan yang benar dan berkenan kepada Allah.
21 september 2019, saya
berbincang dan bertemu 2 orang dari Jakarta yaitu dari sebuah Yayasan bernama
Yayasan Kebaktian yang biasa mengadakan KKR di berbagai tempat di Indonesia.
Sempat ngobrol-ngobrol dan mereka bilang bahwa mereka datang ke Bone itu dengan
dana sendiri dan pada waktu mereka bisa ambil cuti dari kantor mereka
masing-masing. Mereka adalah pekerja kantoran yang menyisihkan waktunya untuk datang
melayani. Mereka sedang melayani di GPDI EBEN HEAZER BONE.
Yang saya dapati dalam percakapan itu
ialah bahwa mereka benar-benar mendedikasikan diri mereka untuk melayani Tuhan
ke daerah-daerah. Biasanya ke Makassar, Toraja, Palopo, Pare-pare dan tempat
lain di Indonesia. Mereka adalah orang Jakarta.
Dengan penuh
semangat mari kita melayani Tuhan kita, Raja di atas segala raja dengan seluruh
kehidupan kita.
Biarlah 2 hal tadi dapat
mengingatkan kita
-
Untuk tidak mengingat yang ada di belakang
-
Mengarahkan kepada apa yang ada di hadapan kita
Sebab untuk itulah kita
dipanggil, yaitu melayani Tuhan.
Mungkin ketika kita siap
melayani, ada banyak tantangan. Tetapi biarlah Roh Kudus mengingatkan dan
menguatkan kita selalu apapun yang kita hadapi.
VIDEO KLIP.
Komentar
Posting Komentar