belajar dari daniel


DANIEL 6:11
Ada sebuah situs di internet, menuliskan ada 7 tokoh pendoa di dalam alkitab baik PL maupun PB. Antara lain yaitu
1.      Hana (ketika meminta anak kepada Tuhan dan Tuhan mendengarnya)
2.      Samuel (1 Samuel 12:23a “mengenai aku, jauhkanlah daripada Tuhan untuk berdosa dengan tidak mendoakan kamu”) Samuel tetap menjadi pendoa pada masa tuanya
3.      Daud (dalam mazmurnya ia mengatakan aku berseru kepada Tuhan)
4.      Daniel
5.      Tuhan Yesus
6.      Kornelius (KPR 10:1-2)
7.      Paulus (2 Tesalonika 1:11 “karena itu kami senantiasa berdoa juga untuk kamu . . . )
Dan masih banyak lagi tokoh-tokoh yang juga berdoa kepada Tuhan dengan segala pergumulan dan ucapan syukur mereka. namun saat ini kita akan merenungkan hanya salah satu tokohnya dalam perjanjian lama yaitu Daniel. (Daniel 6:11)
Kita sudah tidak asing lagi dengan nama Daniel dengan salah satu kisahnya yaitu Daniel di gua singa. Cerita yang sering dibawakan di sekolah minggu oleh GSM.
Kita tahu siapakah Daniel ini. Dia adalah seorang pemuda Yahudi ia dibawa ke dalam pembuangan bersama dengan orang-orang lainnya. Dan diantara semua orang buangan, Daniel termasuk dalam golongan orang-orang yang pilih raja untuk bekerja kepada raja dan mendapatkan perlakuan yang khusus diantara orang-orang lain bersama Sadrak, Mesakh, dan Abednego.

Daniel juga termasuk dalam golongan:
-          berasal dari keturunan raja dan kaum bangsawan,
-          tidak ada sesuatu cela
-          berperawakan baik
-          memahami berbagai macam hikmat
-          mempunyai pengertian tentang ilmu yakni cakap untuk bekerja dalam istana raja.
-          Daniel 1:4
-          Daniel juga didapati memiliki kebijaksanaan dan pengertian melebihi orang berilmu lainnya dan dikatakan 10 lebih cerdas dari mereka (Daniel 1:20)
-          Serta Daniel juga adalah orang yang pernah mengartikan mimpi raja berdasarkan pimpinan Allah dank arena itulah
-          Daniel dianugerahi banyak pemberian serta diangkat menjadi penguasa seluruh wilayah Babel tetapi  atas permintaannya maka ia menyerahkan pemerintahan wilayah Babel kepada Sadrak, Mesakh dan Abednego
-          Sementara Daniel tinggal di istana (Daniel 2:48-49)

Serta masih banyak hal yang luar biasa tentang Daniel, tetapi kita juga tidak merupakan statusnya sebagai orang buangan di Babel.
Dengan melihat begitu banyak hal yang dapat dibanggakan dari Daniel, apakah yang ada dalam pikiran kita?
-          Apakah kita berpikir bahwa hidupnya begitu beruntung?
-          Apakah kita berpikir bahwa hidupnya menjadi sombong?
-          Apakah kita berpikir bahwa hidupnya dalam keadaan aman?
-          Apakah kita berpikir bahwa Daniel dapat melakukan apa saja yang dia bisa?
Pernahkah kita berpikir dan bertanya tentang kehidupan rohaninya?

Saya tidak tahu apa yang ada dalam pikiran kita.
Tetapi tahukan kita bahwa kehidupan Daniel tidak seenak yang kita pikirkan, kehidupan Daniel tidak seaman yang kita pikirkan, kehidupan Daniel tidak semudah yang kita pikirkan meski dia memiliki banyak keistimewaan.
Mari kita lihat apa yang terjadi dalam pasal 6
Ketika itu, Darius berkenan mengangkat 120 wakil-wakil atas raja dan yang membawahi 120 wakil-wakil raja tersebut ada 3 pejabat tinggi dan Daniel adalah salah satunya.
Lagi dan lagi, disini Daniel mendapat keistimewaan.
Tetapi ternyata ada yang tidak menyukainya (Daniel) dan mereka berusaha mencari alasan dakwaan dalam hal pemerintahan. Ternyata  hal seperti ini pun sering terjadi saat ini, baik dipemerintahan ataupun organisasi-organisasi lainnya. Selalu saja ada yang tidak suka.kepada kita, apalagi sebagai orang percaya.
Tetapi, apa yang terjadi? Mereka tidak menemukan cela kecuali dalam hal IBADAH kepada Allahnya (Dan 6:6) . dan hal inilah yang mereka lakukan.
Singkat cerita akhirnya mereka mendesak raja untuk membuat suatu aturan agar:
-          Membuat surat yang sah menurut undang-undang
-          tidak ada seorang pun yang menyampaikan permohonan/doa
-          selama 30 hari
-          kepada siapapun
-          termasuk dewa ataupun manusia
-          selain kepada raja
-          dan agar ketetapan yang dibuat adalah ketetapan yang sah dan tidak dapat dicabut kembali (.
-          Dan yang melanggar akan dilemparkan kedalam  gua singa.
Kita lihat, betapa niatnya mereka ingin menghancurkan, menyingkirkan, menjatuhkan dan membunuh Daniel dengan rencana memasukkannya ke dalam gua singa. Kita dapat melihat betapa kejamnya mereka.
Tidak sampai disitu. Bahkan mereka sebenarnya sebagai sesame pejabat tinggi seharusnya juga bisa memanggil Daniel dalam mengambil keputusan tetapi hal itu tidak dilakukan karena memang mereka niat untuk menjatuhkan dan meningkirkannya. Dan agar supaya didengar, maka mereka pergi ke rumah Daniel untuk memberitahukan dan sekaligus untuk mencari kesalahannya.
Dan mereka menemukan bahwa Daniel sedang berdoa. Dan menurut peraturan itu, maka Daniel dinyatakan bersalah sebab perintah raja dan segala ketetapan raja merupakan sebuah aturan karena raja merupakan pemimpin tertinggi bahkan ada bangsa-bangsa yang percaya bahwa raja adalah dewa atau keturunan dewa dll sehingga jika tidak dilakukan selain bisa dapat hukuman dapat juga kehilangan nyawanya. Maka dari itu mereka sangat takut kepada raja mereka.
Karena aturan yang sudah dibuat oleh raja itulah maka berdoa yang MERUPAKAN PERMOHONAN KEPADA ALLAH menjadi sebuah pelanggaran atau kesalahan terhadap hokum yang ada. Yang sudah dibuat dan ditetapkan raja serta tidak dapat dicabut kembali.

Ketika mereka mendapati berdoa, saya yakin bukan hanya sekali saja tetapi berkali-kali sebab mereka tahu bahwa Daniel punya kebiasaan berdoa.

Apakah kita juga punya kebiasaan berdoa?
Saat seperti apakah biasanya kita berdoa?
-          Ada orang yang berdoa ketika keadaan susah
-          Ada orang yang berdoa ketika keadaan senang
-          Ada juga orang yang berdoa ketika keadaan susah dan ketika keadaan senang
Yang manakah kita?
-          Ada orang yang hidup apa adanya tetapi malas berdoa
-          Ada orang yang hidup apa adanya tetapi rajin berdoa
-          Ada orang yang memiliki banyak harta dan kedudukan tinggi malas berdoa
-          Ada orang yang memiliki banyak harta dan kedudukan tinggi rajin berdoa
Yang manakah kita?
Kalau kita ditanya, masuk criteria yang manakah Daniel?
Saya ingin memasukkannya dalam criteria sebagai “DANIEL = ORANG yang berdoa dalam keadaan susah dan senang serta sebgai orang yang punya kedudukan tinggi tetapi rajin berdoa.
Lalu, seperti apakah KRITERIA DOA DARI DANIEL?
1.      Daniel berkomitmen dalam berdoa
Bagaimana komitmen Daniel? Perhatikan bahwa setelah ia mengetahui bahwa hukum yang ditujukan untuk melarang orang berdoa kepada Tuhan ditandatangani dan diberlakukan, Daniel tetap melakukan kebiasaan berdoanya seperti yang biasa ia lakukan setiap hari.
Dituliskan 3 kali SEHARI. Kata sehari ini menunjukkan bahwa itu dilakukan bukan hanya satu hari tetapi rutin dilakukannya.
Bagaimanakah dengan kita? Apakah kita sudah punya komitmen untuk berdoa? Tentunya selain 3M + 1B1T ? entah itu doa rutin pribadi tiap hari apa dalam seminggu pada hari tententu ditempat tertentu? Atau paling tidak berkomitmen rajin ikut ibadah doa dan berkomitmen juga untuk memiliki pokok doa khusus tiap-tiap hari sebelum tidur dan iitu berbeda-beda. Bukan hanya doa minta pertolongan saat mau tidur.
Saya punya list untuk daftar doa tiap minggu. Ada utk gereja, pelayanan, teman sekerja, serta pergumulan-pergumulan yang lain.
2.      Dalam doanya, dia mengekspresikan penyerahan diri akan ketergantungannya pada Tuhan.
Dikatakan Dalam ayat 11 “ memuji Allahnya”
Ayat 12 “bermohon kepada Allahnya”
Dalam doa kita patut memuji Allah karena kasih-Nya dan penyertaan-Nya. Serta karena segala yang terjadi dalam kehidupan kita. Kita tahu bahwa kita tidak dapat berbuat apa-apa tanpa Tuhan.
Tuhan Yesus mengajarkan kepada kita dalam doa Bapa kami pada kalimat pertama merupakan kalimat memuji dan mengagungkan. Kita harus menyadari bahwa yang utama dan terbesar dalam hidup manusia hanyalah Tuhan saja dan Bukan diri kita sendiri.
Kita tahu bahwa kita juga dapat berdoa kepada Allah yang mendengarkan setiap doa kita. Kita menyerahkan diri kepada Allah akan segala sesuatu yang kita alami ketika kita berdoa.
Kita sadar bahwa kita seutuhnya bergantung kepada Allah dan bukan kepada apa yang kita miliki sebab semua itu hanyalah titipan dari Allah kepada kita.

3.      Daniel menyediakan waktu khusus
3 kali Daniel berdoa pada waktu-waktu yang sudah ditetapkan.
Dalam Mazmur 55:17-18
Tetapi aku berseru kepada Allah,
Dan Tuhan akan menyelamatkan aku,
Di waktu petang, pagi dan tengah hari aku cemas dan menangis;
Dan Ia mendengar suaraku.

Menurut tradisi Yahudi yang saleh mereka biasa berdoa pada waktu-waktu tersebut
Petang jam 3 sore
Pagi jam 9
Siang jam 12

Dan kemungkinan juga inilah tradisi yang diikuti.
Tuhan Yesus dalam LUKAS 18:1 mengatakan
Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan bahwa mereka harus berdoa dengan tidak jemu-jemu

Itulah gambaran kehidupan Daniel serta doanya.


Dan apa hasilnya?
Kita tahu bahwa waktu dia kedapatan berdoa akhirnya ia harus dihukum sesuai dengan apa yang ia langgar yaitu dimasukkan dalam gua singa
Tetapi kita tahu bahwa Allah yang kekal dan hidup tidak akan meninggalkan umat-Nya yang berharap dan selalu datang kepada-Nya.
KARENA KETAATAN DAN KESETIAAN DANIEL MAKA:
-          Daniel tidak dimakan oleh singa-singa karena mulut singa-singa itu telah dikatupkan
-          Daniel dikeluarkan dari gua singa
Semuanya itu terjadi sehingga orang-orang tahu bahwa kita memiliki Allah yang sanggup  melepaskan dan menolong umat-Nya, sanggup mengadakan tanda dan mujizat di langit dan di bumi.
itulah kehidupan doa Daniel
1.      Berdoa dengan komitmen
2.      Sebagai bentuk penyerahan dan ekspresi diri kita
3.      Dengan menyediakan waktu untuk berdoa dan bukan memberi waktu yang sisa untuk berdoa… mumpung ada waktu,,,
Bagaimana dengan kehidupan doa kita?
Mari kita mulai memperbaharui kehidupan doa kita mulai saat ini.

Komentar