HOSEA
Siapakah Hosea itu?
Ia menjadi nabi ketika bangsa
Israel sedang mengalami dekadansi/penurunan atau moral yang hebat . mengapa?
Karena orang-orang Israel berzinah dikuil-kuil yang didirikan di Betel dan
Gilgal; para imam melayani karena uang, jadi kepala organisasi perampok;
kekacauan melanda seluruh negeri; raja-rajanya hidup jauh dari Allah.
Hosea dipanggil Allah untuk
bernubuat kepada kerajaan Israel yang sedang ambruk selama sekitar 30 tahunnya
yang terakhir, seperti yang kemudian dilakukan oleh Yeremia kepada Yehuda.
Ketika Hosea memulai pelayanannya pada masa akhir pemerintahan Yerobeam II,
Israel sedang mengalami kemakmuran ekonomi dan kestabilan politik untuk
sementara waktu yang menciptakan rasa aman yang palsu. Akan tetapi, segera
setelah Yerobeam II wafat (753 SM), keadaan bangsa itu mulai memburuk dengan
pesat dan menuju kehancurannya yang terjadi pada tahun 722 SM. Dalam 15 tahun
setelah kematiannya, empat raja Israel terbunuh; dalam 15 tahun lagi Samaria
merupakan puing-puing berasap dan penduduk Israel dibuang ke Asyur dan kemudian
disebarkan di antara berbagai bangsa.
Jadi, pelayanan Hosea tujuannya
adalah menyuarakan panggilan Allah kepada Israel . . .
Apa yang kita pelajari dari kisah
Hosea?
Dalam kisah Hosea, ada tokoh yang
akan kita lihat bersama
-
Hosea
-
Gomer
-
Anak-anaknya
1.
Hosea . . .
Apa yang
dilakukan oleh Hosea?
Hosea 1:2-3
Pergilah
kawinilah seorang perempuan sundal dan peranakkanlah anak-anak sundal. . . .
Kira-kira
bagaimana perasaan Hosea?
Gak mudah ! .
. jabatannya sebagai rohaniawan disuruh untuk pergi mengawini seorang perempuan
sundal. Jangankan mengawini, pergi kesana saja sudah merupakan hal yang sulit.
(bayangkan kalau kita pergi dan ketemu orang-orang yang kita kenal)…
Tetapi apa
sikap Hosea?
DIA TAAT. . .
ini perintah yang harus dilakukan
Gambaran kasih
Allah terhadap umat Israel adalah seperti demikian. Ia mencintai mereka yang
sudha jauh pergi meninggalkan Tuhan. Tuhan beri kesempatan, Tuhan sendiri yang
datang memanggil. . . .
Penggambaran
akan kasih Yesus yang datang ke dalam dunia. Dia datang memanggil orang-orang
untuk percaya kepada-Nya. Meski banyak yang menolak tetapi Dia tetap
menjalankan tugas-Nya. Tugas-Nya bukan hanya untuk memanggil dan mencari mereka
yang “hidupnya kelihatan benar” tetapi mencari mereka yang sebenarnya sudah
terhilang . . . (Lukas 19:10 “sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan
menyelamatkan yang hilang- kisah Zakeus) . . dibagian lain Tuhan Yesus
mengatakan dalam Matius 9:12; Yesus mendengarnya dan berkata: “bukan orang
sehat yang memerlukan tabib tetapi orang sakit”
Ketaatan Hosea ini menggambarkan
ketaatan Yesus yang datang mencari umat-Nya.
Lalu
Hosea menikahi Gomer dan melahirkan 3 orang anak
1.
Yizreel : sebab sedikit waktu lagi Aku akan
menghukum keluarga Yehu karena hutang darah Yizreel dan Aku akan mengakhiri
pemerintahan kaum Israel. (Hosea 1:4-5)
Mengakhiri
pemerintahan Israel berarti seperti Allah akan membiarkan kerajaan Israel.
Dibiarkan
2.
Lo-Ruhama sebab Aku tidak akan menyayangi lagi
kaum Israel dan sama sekali tidak mengampuni mereka (Hosea 1:6)
Tidak disayangi
lagi oleh Allah.
3.
Lo-Ami sebab kamu ini bukanlah umat-Ku dan Aku
ini bukanlah Allahmu
Tidak diakui dan
tidak mau mengkaui Israel. . .
Bayangkan bagaimana perasaan
anak-anak Hosea ini?
Bayangkan bagaimana perasaan Allah
kalau mau digambarkan?
Kalau bisa digambarkan, maka bisa
disimpulkan bahwa Allah benar-benar kecewa sebab mereka sudah meninggalkan
Tuhan dan berbalik daripada-Nya. Mereka hanya ingat Tuhan kalau susah, tetapi
kalau sudah sejahtera maka akan melupakan Tuhan.
Tapi ini memang sebuah realita.
Kenyataan yang terjadi. Kita nangis/mohon-mohon kepada Tuhan minta ini dan itu
dan ingat kepada Tuhan kalau sudah perlu, kalau ada masalah … entah dengan
pekerjaan atau dengan study. Tetapi kalau sedang enak hidupnya, tidak banyak
dipikirkan kita sering lupa, entah untuk memohon atau berterima kasih.
Karena sikap yang demikian maka
Allah sungguh kecewa dengan umat-Nya. Sebab semuanya sudah diberikan. Tetapi
mereka masih saja mau hidup seperti itu.
Anak-anak yang dilahirkan oleh
Gomer ini menjadi penggambaran tentang perasaan Allah melihat umat-Nya yang
terus berbuat jahat. Mungkin hamper sama dengan peristiwa Nuh. Allah melihat
kejatahan manusia di jamannya sudah begitu luar biasa, demikian juga dalam
peristiwa Sodom dan Gomora.
GOMER
Seorang perempuan sundal. Orang
yang menjual dirinya. Orang yang dianggap berdosa.
Apa yang terjadi dengan dia?
Dikawini oleh Hosea!.
Entah bagaimana sampai hal
tersebut terjadi, tetapi yang jelas ketika dia dikawini oleh Hosea berarti dia
sudah menjadi istrinya dan tidak menjadi kepunyaan laki-laki manapun…..
Kira-kira, bagaimanakah perasaan
Gomer?
Harusnya ia senang sebab artinya
dia tidak harus bersundal lagi karena sudah dibebaskan oleh Hosea dan mendapat
penghidupan dari Hosea. Mungkin sama seperti kisah Rut yang menadapatkan
penghidupan dari Boas.
Tapi dasarnya Gomer seorang
perempuan sundal yang hobinya berbuat sundal maka ia kembali lagi kepada
kebiasaannya itu dan bersundal ditempat persundalan itu.
Hosea 3:1 berfirmanlah Tuhan kepadaku:
Pergilah lagi, cintailah perempuan yang SUKA bersundal dan berzinal seperti
Tuhan mencintai orang Israel , , , ,
Dia pergi lagi,,,
Lalu Hosea disuruh untuk pergi
kembali mencintai Gomer. . .kalau dalam pasal 1 ayat 2 itu Cuma ditulis
perempuan sundal, tetapi dipasal 3 ini dituliskan SUKA bersundal . . berarti
memang hobinya. Nda bisa dia lepaskan, nda bisa dia tinggalkan.. …
Dan Hosea disuruh apa? CINTAILAH
LAGI . . . (lagi)
Berarti dia harus pergi untuk
menebus Hosea kembali…
Bagaimana perasaan Hosea saat
itu?
Sebenarnya Gomer pun kalau
kembali ditempat persundalannya itu dia sudah tidak laku lagi. Harusnya
dibiarkan saja dia mungkin sudha tidak dianggap dan tidak berharga lagi….
Tetapi perintah Tuhan adalah untuk mencintainya sama seperti Tuhan cinta kepada
Israel.
Tuhan cinta kepada Israel
meskipun mereka bersungut-sungut, tetapi Tuhan selalu memberikan kepada mereka
yang terbaik.
Ketika Gomer sudah dibeli kembali
untuk kedua kalinya, kira-kira bagaimanakah perasaannya?
Gomer adalah penggambaran kita .
. .yang sudah mendapatkan belas kasihan Tuhan tetapi kadang masih saja
memberontak. Kembali kepada dosa-dosa dan kebiasaan kita. Kembali terus berdosa
dan berdosa bukan hanya itu, Kadang-kadang kita tidak jadi teladan yang baik
ditengah-tengah saudara seiman kita.
“saya ingatkan tunas remaja yang
Kristen saat pelayanan”
Kehidupan Hosea merupakan
gambaran tentang kasih Allah yang besar kepada manusia
Gomer adalah seperti kita. Tetapi
Allah mau agar kita mau tetap datang kepada-Nya dalam setiap doa kita. Kita
mohon ampun.
Kalau Tuhan masih berikan kita
kesempatan maka kita harus pergunakan itu bukan untuk bolak-balik dalam dosa.
Tetapi kita pakai untuk memuliakan Tuhan
2 Tawarikh 7:14 “dan umatku yang
atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa, dan mencari wajah-Ku, lalu
berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan
mengampuni dosa mereka, serta memulihkan mereka”
Hosea 19:10
Siapa yang bijaksana, biarlah ia
memahami semuanya ini, siapa yang paham, biarlah ia mengetahuinya sebab
jalan-jalan Tuhan adalah lurus, dan orang benar menempuhnya tetapi pemberontak
tergelincir di situ.
Komentar
Posting Komentar