TITUS 1:15-16
DUA MACAM PIKIRAN
Saya berharap kita semua setuju dengan pernyataan bahwa manusia
diciptakan oleh Allah dengan memiliki pikiran.Melalui
pikiran kita bisa membeda-bedakan banyak hal.Memilih dan memilah banyak
hal yang terjadi didunia ini.
Kita dapat membedakan mana yang
baik, mana yang tidak baik.Mana yang berguna, mana yang tidak berguna.Mana yang
utama dan mana yang tiidak utama atau tidak perlu dilakukan.
Allah tidak hanya menciptakan kita
yang memiliki pikiran tapi kita diberi petunjuk untuk menyelaraskan pikiran dan
perasaan kita yaitu melalui firman Allah yang hidup.Firman Allah harus menjadi
hal yang utama dalam diri kita untuk kita mengukur segala sesuatu.
Firman Allah = standar Pengukur
Bukan segala sesuatu yang dijadikan
pengukur dari Firman Allah ..
(jangan dibalik)
Alkitab yang ditulis berdasarkan
tuntunan dari Roh Kudus ini berbicara banyak kepada kita.Secara khusus dalam
Surat Paulus kepada Titus.
Surat ini ditulis bukan untuk jemaat secara umum tetapi surat pribadi kepada
salah satu anak rohani Paulus selain Timotius, yaitu Titus.
Titus rupanya telah
ditinggalkan Paulus di Kreta dengan maksud supaya Titus mengatur apa yang masih
perlu diatur dan supaya ia menetapkanpenatua-penatua di setiap kota.
Salah satu tema dari
surat Titus ini adalah tujuannya untuk mengatasi masalah ajaran-ajaran
sesat/tidak sehat dalam jemaat supaya yang diberitakan adalah ajaran sehat saja
sesuai dengan ajaran Kristus.
Dalam setiap jemaat Kristen pasti ada yang namanya
masalah.Dan masalah itu tentu diketahui baik oleh sesame jemaat maupun
oleh hamba Tuhan.Misalnya, ada yang sering datang terlambat dalam ibadah, ada
yang mengelompokkan diri berdasarkan status social, ada yang suka berkomentar
ini dan itu dll.
Hal itu tidak bisa
ditutupi dan sudah terjadi lama sebelum terjadi pada gereja-gereja saat ini.
Dan kalau kita baca dan lihat sebenarnya masalah dalam
jemaat itu sudah muncul pada zaman jemaat-jemaat yang didirikan pertama kali
seperti yang terjadi di Kreta.
Dalam bagian
sebelumnya, ada banyak hal yang diungkapkan oleh Paulus… karena hal-hal
tersebut jugalah Paulus menyuruh agar Titus memilih penatua-penatua untuk
mengatur semua agar berjalan dengan baik (ayat 5-9).
Pada ayat 10-14 disana
Paulus menjelaskan keadaan jemaat yang hidup dengan tidak tertib.Dikuasai oleh
dongeng-dongeng dan tradisi yang bertentangan dengan firman Allah.
Tetapi , , ,
Pada bagian ayat 15-16
disini kita melihat Paulus mengungkapkan tentang pikiran orang-orang yang ada
disana.
Ada 2 macam pikiran
tersebut.
Dan itulah yang akan
kita renungkan bersama pada saat ini.
Apakah 2 macam pikiran
tersebut?Dan apakah kita juga memiliki pikiran yang demikian?
Dengan merenungkan
firman Tuhanlah kita dapat mengetahui apa yang terjadi dengan diri kita.
1.
PIKIRAN
YANG SUCI
Alkitab berkata, bagi orang suci
semuanya suci. (ayat 15)
Paulus tidak menuliskan dengan panjang lebar tentang hal
ini.Sebab sudah jelas.
Contohnya, Kalau kita punya pikiran untuk melayani maka
apapun yang kita kerjakan adalah berpikir soal melayani. Segala sesuatu akan
sering membawa pikiran kita kepada hal-hal tersebut.
Contoh: PENGARUH
PIKIRAN PENDUKUNG CAPRES CAWAPRES
Sama seperti pikiran para pendukung calon presiden dan calon
wakil presiden. Kalau pendukungnya sudah dicecoki/didoktrin/diracuni pikirannya
atau dipengaruhi pikirannya untuk mendukung salah satu capre dan cawapres maka
pikirannya akan selalu mendukung .kalau pikirannya sudah diajarkan bahwa
pasangan lawan seperti ini dan itu maka akan diikuti. Kalau disuruh cari
kesalahan lawan maka akan dia cari terus sampai dapat.
Pernyataan penulis (Paulus) sudah jelas sehingga ia tidak
panjang lebar memberitahukannya.
Mengapa ia tidak berbicara panjang lebar?
a.
Karena
hal yang sedang dihadapi adalah hal-hal yang negative. Jadi kalau terus
diladeni maka bisa berakhir tanpa ujung dan jadi panjang oleh sebab itu yang
dilakukan hanya mengingatkan bahwa kalau mereka pikirannya suci maka pasti yang
akan dia pikirkan juga adalah hal yang suci sama seperti Allah yang suci.
Kesucian ini juga masih
bersinggungan dengan masalah makanan, mana yang haram yang menjadikan seseorang
menjadi najis.
Tetapi firman Allah berkata
bahwa bukan soal apa yang masuk dan menjadi haram (yaitu makanan) tetapi apa
yang keluar (yaitu perkataan) yang menjadi haram..MATIUS 15:10-11 “LALU YESUS MEMANGGIL MEREKA DAN BERKATA KEPADA MEREKA:
DENGAR
DAN CAMKANLAH: BUKAN YANG MASUK KE DALAM MULUT YANG MENAJISKAN ORANG, MELAINKAN
YANG KELUAR DARI MULUT, ITULAH YANG MENAJISKAN ORANG.
Oleh sebab itu,
Kalau hidup seseorang sudah
bertobat, menjadi manusia baru maka jika ada pikiran yang buruk dan masih
percaya akan hal-hal yang salah pasti akan dibuang olehnya.
SEBAB Konsekwensinya adalah berhadapan dengan Allah dan bukan manusia.
Dalam Mazmur 18:27
“terhadap orang yang suci,
Engkau [Tuhan] berlaku suci, tetapi terhadap orang yang bengkok Engkau berlaku
berbelit-belit.
Artinya,,, Tuhan tidak akan memperhatikannya dan akan
menunggu tibanya hari Tuhan itu, dimana semua akan Nampak di pemandangan-Nya.
Mana umat yang setia dan mana yang tidak setia.
b.
SELAANJUT,
mengapat Paulus tidak berbicara panjang lebar soal hal ini (SUCI)…
KARENA PENYATAAN INI CUKUP
JELAS.
Orang yang suci telah memperoleh anugerah kesucian oleh
penebusa Kristus. Mereka telah mengalami perubahan dan kesadaran dalam hati
mereka
Seperti yang saya khotbahkan kemarin dalam komisi wanita…
kalau seseorang sudah percaya tentu ada tanda dan bukti perubahannya; dia
mendengarkan dan menaruh perhatian terhadap firman Tuhan, termasuk terhadap
hal-hal yang suci.
Menaruh perhatian
terhadap hal-hal yang suci berarti menjauhi hal-hal yang menyakiti hati Tuhan,
menjauhi dosa dan menyadari anugerah keselamatan dari Allah. Orang yang
bertobat harusllah menjadi orang yang pikirannya memikirkan hal yang suci…
pertobatan bukanlah suatu hal yang kita lakukan karena kita takut hukumannya
(neraka) dan bukan juga karena kita merasa bersalah akan dosa kita, tapi kita
benci untuk berdosa lagi/tidak mau melakukannya lagi serta kita menyadari
anugerah Tuhan yang menyelamatkan kita.
Jadi kalau orang sudah bertobat, pikiran sudah diisi oleh
pikiran yang suci maka ia akan berpikir dan cenderung melakukan hal yang tidak
bertentangan dengan firman Tuhan. Oleh sebab itu Paulus tidak menjelaskannya
lebih rinci lagi.
“PIKIRAN KEDUA YANG DIMAKSUDKAN
DALAM FIRMAN TUHAN ADALAH”
2.
Pikiran
yang NAJIS.
Setiap kita pasti sering dengar
dan tahu apa itu NAJIS . .. Biasa malah
kalau ada orang mau dekat dengan seseorang, dirayu-rayu dll ,orang yang
didekati akan bilang “NAJIS LOE, PERGI SANA”
KBBI ONLINENAJIS adalah kotor yang menjadi
sebab terhalangnya seseorang kepada Allah.Najis juga dapat berarti jijik atau
kotoran.
BERBICARA SOAL Najis berarti bertentangan dengan kesucian
Dalam pembacaan kita tadi, najis digambarkan dalam 2 kata
oleh penulis.Mereka adalah orang-orang yang tidak percaya yang tidak
dibersihkan di dalam darah Yesus Kristus.
PAULUS memakai 2 kata yang mengacu pada cara seseorang
mengambil keputusan dan menarik kesimpulan. Yaitumengacu pada
-
Akal
-
Suara
hati (1:15)
Manusia menggunakan akal atau kecerdasan untuk berpikir dan
mengarahkan kemauan mereka.
TEOLOGI REFORMED
mengatakan bahwa pikiran manusia itu sudah terkontaminasi oleh dosa sehingga
kadang apa yang dipikirkan untuk dilakukan menjadi meleset (missing the target)
dari rencana Allah/kemauan Allah.
Pikiran manusia
yang dimaksud adalah ketika manusia Cuma memikirkan apa yang menguntungkan mereka
dan tidak melukai mereka atau merugikan mereka. Tidak memikirkan apa yang
menjadi kehendak Allah.Dan pikiran itulah yang menajiskan mereka.Pikiran yang masih memikirkan dongeng-dongeng nenek moyang, tradisi
yang tidak berfaedah, adat istiadat yang mengikat dan justru menyusahkan orang
dan lain sebagainya.
Lalu,
Hal menajiskan yang berikutnya adalah
Suara hati mengacu kepada pertimbangan
moral di dalam batin mengenai apa yang benar dan salah.Suara hati telah
kehilangan kemampuan untuk memilah mana yang sesuai ajaran firman Tuhan dan
mana yang tidak.
---
Selain itu, Paulus juga menggunakan 4 hal untuk menjabarkan
tentang pemikiran yang najis ini
-
Mereka
mengaku mengenal Allah tetapi perbuatan mereka mengingkari-Nya. Kata MENGENAL berarti mengetahui sepenuhnya
tentang Allah. Tetapi justru meskipun mereka mengenal Allah mereka melakukan
pekerjaan yang melanggar dan bertentangan dengan pengakuan mereka yang
mengatakan bahwa mereka mengenal Allah. Orang yang mengaku mengenal Allah justru juga bisa menjadi
orang yang tidka mau ditegur dan dinasehati sebab mereka merasa untuk
apa orang menegur mereka padahal mereka sudha mengenal Allah tetapi sebanarnya
mereka tidak melakukan firman Tuhan itu sendiri.
Sama seperti anggota KPK yang
mengatakan saya tidak korupsi tetapi justru melakukan korupsi.
-
Mereka
KEJI yaitu orang-orang yang busuk
dalam pemikiran mereka, perkataan mereka (pintar memutar balikkan fakta) dan
perbuatan mereka memuakkan Allah.
-
Mereka
durhaka,,, artinya apa? Mereka tahu tapi tidak mengakui dan tidak menaatinya.
Bicara soal durhaka, kita kenal kasha Malin Kundang yang dahulu
miskin, tidak punya apa-apa lalu minta izin pergi merantau. Setelah berhasil di
tanah rantau, menikah (dapatkan istri yang terbaik baginya)
Tetapi suatu kali ketika kapalnya singgha di desa tempatnya
dan ibunya melihat dia, tetapi dia tidak mau mengkaui bahwa itu ibu kandungnya
yang mengandung, melahirkan dan membesarkannya.Sehingga akhirnya di kutuk.
Seperti itulah orang yang tahu dan kenal, tetapi melalui
perbuatannya, tidak mengakui Yesus.Sebab Tuhan Yesus mengajarkan bukan hanya
soal keselamatan, tetapi prinsip-prinsip hidup juga diajarkannya.Mana yang
harus jadi prioritas utama.
-
Mereka
tidak sanggup berbuat suatu hal yang baik. Allah memandang pekerjaan mereka
yang dibuat-buat tidak berguna.
Itulah 2 macam pikiran yang kadang masih melekat dalam diri
kita sebagai orang percaya. Tetapi kita tahu bahwa Allah menghendaki agar yang
ada dalam diri kita hanyalah pikiran-pikiran yang suci yang berkenan sebab ada
tertulis bahwa Allah itu kudus [suci] maka haruslah kita juga demikian….
Sebab, kalau kita tidak berada dipihak Allah, maka kita
adalah penentang-penentang Allah.
Apa yang kita lakukan kita pertanggung jawabkan di hadapan
Tuhan dan bukan di hadapan manusia.
Kedatangan Tuhan
Yesus ke dunia ini, yang sudah disalibkan, mati dan bangkit adalah juga untuk
memperbaharui pikiran kita… untuk menyucikan diri kita, termasuk didalamnya
adalah pikiran kita manusia
Ada sebuah pujian yang mengatakan…
“mahkota duri di kepala-Mu, menebus pikiranku,
Tangan-Mu berlubang paku, penebus perbuatanku
Bilur di sekujur tubuh-Mu, menyembuhkan sakitku
Tambak menusuk lambung-Mu mentahirkan hatiku…
Reff:
Begitu besar, kasih-Mu padaku
Hingga Kau pilih jalan salib-Mu
Pengorbanan-Mu s’lamatkan hidupku
T’rima kasih untuk salib-Mu
Penyiksaan yang Tuhan Yesus alami juga bisa menjadi symbol
penebusan atas diri kita.
Biarlah salib Kristus tidak menjadi sia-sia dalam hidup
kita.
ALEXANDER AGUNG yang
dikenal dengan keberaniannya memiliki seorang prajurit yang namanya sama tetapi
punya sikap berbeda. Sehingga suatu hari Alexander Agung berkata kepadanya
untuk memilih: MENJADI SEORANG PRAJURIT YANG GAGAH ATAU BERANI ATAU MENGUBAH
NAMANYA… menurutnya ia tidak pantas menyandang nama tersebut.
Sebagai orang percaya, kita harus berani memilih untuk
bersikap yang benar di hadapan Tuhan.Bukan mau jadi orang yang sok suci, sok
rohani tapi kita terus berjuang untuk menjadi serupa dan segambar dengan Allah
melalui Yesus Kristus Juruselamat kita.
Sebab jika kita tidak berani memilih, menetapkan hati kepada
hal yang benar dan berkenan di hadapan Allah, maka kita tidak layak menjadi
pengikut-Nya….
Marilah
kita mengambil komitmen untuk memiliki pikiran yang suci pikiran yang benar,
pikiran yang sejalan dengan FIRMAN TUHAN dan bukan bertentangan dengan firman
Tuhan.
AMIN
Komentar
Posting Komentar