KEHIDUPAN UMAT
KRISTEN
2 KORINTUS 5:11
Kehidupan umat
Kristen adalah kehidupan yang harus
menjadi teladan/contoh bagi orang-orang karena hal inilah yang dikehendaki…
dalam perintah Tuhan Yesus yaitu untuk menjadi garam dan terang dunia. Dimana
kita jadi pengaruh yang baik dalam bidang kehidupan kita masing-masing yaitu
dalam pekerjaan kita… (pengaruh yang baik bukan berarti bahwa kita tidak boleh
untuk marah ketika ada orang yang patut kita beritahu tetapi kita dapat
menempatkan dimana/kapan saat kita harus marah.
Untuk menjadi
orang yang dapat diteladani haruslah menjadi orang yang takut akan Tuhan… apa
artinya takut akan Tuhan?
Bukan berarti kita ketakutan
ketika tahu ada Tuhan tapi kita
menunjukkan sikap hormat, sikap yang pantas di hadapan Allah.
Seperti pesan Paulus kepada
jemaat yang di Korintus melalui suratnya ini dimana ia mau menunjukkan kepada
orang-orang bagaimana menjadi pengikut Kristus, bahkan lebih daripada itu ia
mau meyakinkan mereka bagaimana harus hidup….
Ia menyatakan bahwa bagi Allah
hatinya nyata dengan terang (yaitu terang Kristus) dan ia berharap bahwa itu
juga nyata bagi orang-orang yang menerima suratnya itu.
Ada
tokoh dalam Perjanjian Lama yang punya pengaruh kepada banyak orang yaitu
Yosua. Ia menjadi pemimpin yang membawa bangsa Israel menuju tanah perjanjian
yaitu Kanaan. Kepemimpinan dan pengaruhnya bukan didapati ketika saat itu ia
harus memimpin bangsa Israel tetapi di dalam dirinya ada sebuah proses
perjalanan panjang…
Yosua menjadi orang yang
bertumbuh rasa percayanya kepada Tuhan sehingga ia dipercayakan untuk memimpin
bangsa Israel. Ia hidup benar di hadapan Tuhan.
Cara hidup Yosua yang benar
iinilah yang akan kita renungkan bersama untuk menjadi orang Kristen yang dapat
menjadi contoh dan teladan di tengah-tengah kehidupan kita…
1.
DOA
Yosua adalah seorang pendoa
Keluaran 33:11 “dan Tuhan
berbicara kepada Musa seperti kepada temannya; kemudian kembalilah ia ke
perkemahan. Tetapi abdinya, Yosua bin Nun seorang yang masih muda, tidaklah
meninggalkan kemah itu.
Nama Yosua dalam kitab Keluaran
sebelumnya adalah pada pasal 24:13 ketika menemani Musa naik ke Gunung Allah
dan pada pasal 32:17 ketika menyampaikan kepada Musa tentang apa yang di
dengarnya yaitu suara sorak-sorak bangsa Israel yang sedang menyembah anak
lembu emas (berhala)…
Yosua sepertinya tidak punya
peran yang penting pada bagian ini dalam kitab KELUARAN. Tetapi Yosua sebagi
abdi Musa, ia tidak menjiplak Musa… ia membangun hubungan pribadinya sendiri
dengan Tuhan…
Ia tidak hanya berdoa ketika
tuannya berdoa. Tetapi ia juga punya waktu khusus untuk berdoa.
Dalam Keluaran 33:11 dikatakan
dia tidak meninggalkan kemah itu. Lalu muncul pertanyaan, apakah benar dia
berdoa dalam kemah itu? Sebab disana dicatat bahwa dia tidak meninggalkan
tempat itu.. yaitu kemah pertemuan.
Keluaran 33:7
“sesudah itu Musa mengambil kemah
dan membentangkannya di luar perkemahan (kemah-kemah orang Israel), setiap
orang yang mencari Tuhan, keluarlah ia pergi ke Kemah Pertemuan yang di luar
perkemahan.”
Yosua membangun hubungannya
dengan Tuhan bukan karena ia menjadi abdi dari seorang nabi, tetapi ia
benar-benar punya kerinduan yang dalam kepada Tuhan melalui doanya….
Sebagai orang percaya, kita
jangan mau membangun hubungan dengan Tuhan untuk berdoa hanya jika mentor kita,
orang tua kita, atau hamba Tuhan kita berdoa.. tetapi kita mengambil waktu kita
sendiri, punya kerinduan, tahu bagaimana harus hidup sebagai orang Kristen, ,,,
jangan dijadikan alas an bahwa ketika kita mendapati hamba Tuhan atau mentor
atau orang yang kita anggap lebih rohani bahkan orang tua kita tidak berdoa,
tidak membangun hubungan pribadi dengan Tuhan dan kita juga mau berkata
“MENGAPA SAYA HARUS BERDOA? TOH MEREKA SAJA TIDAK BERDOA”
Ketika kita berdoa berarti
menyadari bahwa kita tidak mampu menjalani hidup kita tanpa Tuhan, ketika kita
berdoa juga menjadi tanda bahwa kita berserah penuh kepada Tuhan…
2.
KETAATAN
Seorang pengkhotbah dan
misionaris Oswald Chambers berkata: “bagian dari Tuhan yang kita pahami adalah
bagian yang kita taati”
Yosua menaati Tuhan sebagai
seorang pejuang, seorang hamba dan seorang pemimpin. Apa yang diperintahkan
Tuhan kepadanya, ia lakukan dan dalam kehidupannya, ia hanya mengandalkan Tuhan
dan percaya sungguh kepada Tuhan…
Yosua 1:1 “sesudah Musa hamba
Tuhan itu mati, berfirmanlah Tuhan kepada Yosua bin Nun, abdi Musa itu,
demikian”
Ia melakukan apa yang
diperintahkan Tuhan, , , , ketika
ia berbicara kepada orang Israel, membujuk mereka untuk masuk tanah Kanaan, dia
melakukannya sebagai seseorang yang memahami Tuhan. Orang-orang Israel tidak
memiliki pemahaman yang sama tersebut. Ia tahu bahwa yang akan dihadapi
adalah sesuatu yang besar. Tetapi yang ia tahu bahwa ia harus taat kepada
Tuhan… tapi dia tahu bahwa Tuhannya tidak akan meninggalkan.
3.
IMAN
Kehidupan Yosua ditandai dengan
keberanian saat dia berdiri melawan para mata-mata yang lain, saat dia
bertarung dengan orang-orang Amalek. Keberaniannya adalah iman dalam tindakan.
Ia percaya apapun yang terjadi
didepannya bahwa itu semua yang terbaik dari Tuhan. Imannya menghasilkan suatu
kebahagiaan bahwa akhirnya dengan iman ia melangkah untuk memasuki negeri yang
di janjikan oleh Tuhan kepada bangsa Israel.
Ia tahu bahwa Allah yang dia
sembah yang dia percaya selama ini adalah Tuhan yang benar.
Yosua 24:15
“tetapi jika kamu anggap baik
untuk beribadah kepada Tuhan, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; allah yang kepadanya nenek
moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau allah orang Amori yang
negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah
kepada Tuhan!”
Yosua tahu bahwa Allah yang dia
sembah yang sudah menuntunnya adalah Allah yang kekal yang tak dapat
ditandingi, dimana allah yang lain tidak dapat menandingi Allah yang sama yang
dia sembah dan kita sembah… Allah yang memberikan tempat yang berlimpah susu
dan madunya kepada mereka dan kehidup yang kekal kepada mereka dan kepada kita
juga.
Bahkan ia juga membawa keluarganya
kepada Tuhan.
Iman kita dalam Tuhan juga
seharusnya menjadi iman yang teguh dalam Tuhan meskipun banyak hal yang kita
lalui begitu berat. Sebab iman
adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala
sesuatu yang tidak kita lihat
4.
KOMITMEN
Tingkat komitmen Yosua dapat
terlihat dari kesediaannya
untuk mengorbankan hidupnya. Dia bertarung dalam peperangan di mana
jumlah pasukannya kalah jauh dari musuhnya, dan orang-orang hendak melempari
dia dengan batu ketika memberitahu tentang keadaan tanah perjanjian yang akan
diberikan kepada orang Israel.
Meski pun pendapatnya mengenai
apa yang ia lihat itu harus menunggu cukup lama, yaitu 40 tahun baru terwujud,
ia tetap menjalani kehidupannya sebagai umat Allah.
Ia tidak menyerah untuk terus mau
menjadi umat Israel yang setia dan percaya sepenuhnya kepada Allah meskipun . .
. hasilnya belum ia lihat.
Tetapi firman Tuhan mengatakan
bahwa karena ketidaktaatan, ketidakpercayaan dan sungut-sungut umat maka mereka
yang umurnya diatas 20 tahun tidak akan memasuki tanah yang berlimpah susu dan
madunya yaitu berkat-berkat Tuhan bagi mereka.
Alkitab mencatat hanya Yosua dan
Kaleblah orang yang memasuki tanah itu dari antara orang-orang yang ada yaitu
pengintai dan orang-orang Israel yang umurnya di atas 20 tahun. Mereka semua itu mati di padang
gurun karena Tuhan mengizinkan mereka di padang gurun sebagai akibat
ketidaktaatan mereka dan mereka membayar harga yang mahal yaitu 40 tahun
lamanya di padang gurun…. Padahal jika dilihat waktu dari sana untuk
menuju Kanaan tidak perlu lama seperti itu.
Menunggu 40 tahun bagi Yosua
sampai tongkat estafet kepemimpinan diserahkan kepadanya bukanlah hal yang
mudah. Tapi karena dia punya komitmen untuk taat kepada Tuhan, untuk percaya
kepada Tuhan maka dia melihat hasilnya….
Kita
juga perlu punya komitmen yang kuat untuk jadi anak Tuhan, bahwa apapun yang
terjadi kita hanya mau taat. Mungkin kalau Tuhan belum izinkan kita memperoleh
apa yang kita inginkan saat ini selama di dunia ini, percayalah bahwa ada yang
lebih daripada itu yang akan kita terima setelahnya kita di dunia ini yaitu
ketika kelak kita bersama dengan Bapa di sorga.
5.
KEMITRAAN
Raja George VI
dari Inggris pada saat perang dunia ke 2, membesarkan/menguatkan hati rakyatnya
dengan memberikan sebuah kisah.
saya berkata kepada seseorang yang berdiri
di gerbang halaman depan: “berikan aku cahaya, supaya aku dapat tiba dengan
aman ke tempat yang tak kuketahui”
kemudian,
orang yang didepan pintu gerbang itu
menjawab: “masuklah ke dalam kegelapan, dan taruh tanganmu ke dalam tangan
Tuhan, itu akan menjadi lebih baik dari sebuah cahaya, lebih aman dari jalan
yang dikenal”
tembok Yerikho dapat rubuh dan
ditaklukan menunjukkan sebuah kemitraan dengan Tuhan yang melampaui apapun,
bahkan melampaui keuntungan apapun yang ada di dalam dunia ini.
Pengharapan kita kepada tangan
yang kekal yaitu Kristus seharusnya tidak membuat kita gentar tetapi memberikan
kita kekuatan dan pengharapan untuk
melangkah…
Semua itu telah dijalankan oleh
Kristus dan Ia mau agar kita sebagai umat-Nya dapat menjalani kehidupan kita
dengan benar. Yaitu, kita tidak menyia-nyiakan hidup yang ada, hidup yang
diberikan oleh Tuhan Allah kita.
Biarlah kehidupan kita sebagai
umat Kristen dapat kita jalani dengan meneladani 5 hal dari Yosua.
-
Doa
-
Ketataan
-
Iman
-
Komitmen
-
Kemitraan
Semua itu telah dijalankan oleh
Kristus dan Ia mau agar kita sebagai umat-Nya dapat menjalani kehidupan kita
dengan benar. Yaitu, kita tidak menyia-nyiakan hidup yang ada, hidup yang
diberikan oleh Tuhan Allah kita.
Komentar
Posting Komentar