KEKUDUSAN
1 PETRUS 1:13-16; IMAMAT 11:44-45
Apa itu kekudusan?
Kekudusan artinya terpisah,
dikhususkan, terpotong dari, dilepaskan seseorang atau benda, dan dikhususkan
bagi Tuhan supaya Tuhan dapat memakainya.
[1][1] kudus diartikan dengan suci. Kudus dan suci tidak jauh berbeda
pengertiannya, karena kudus mengacu kepada kualitas hakiki Tuhan dan manusia
sedangkan suci mengacu kepada setiap yang menjurus kepada kekudusan (yang
menguduskan/atau cara agar kita kudus).
[2][2]Pengertian kudus yang berarti
dipisahkan mencakup dua hal yakni, dipisahkan dari hal-hal duniawi yang
bertentangan dengan kehendak Allah, dan dikhususkan menjadi milik sang pembebas
yaitu Allah (Im. 19:2).
[3][3] Kudus (qados), sejak semula diarahkan untuk bidang keagamaan, misalnya:
sebidang tanah, sebuah bangunan, peralatan dalam tempat ibadah, bahkan seekor
kuda juga dapat dianggap kudus sejauh itu semua dikhususkan untuk maksud
keagamaan dan peribadatan
.[4][4] kudus
berkaitan dengan benda-benda yang dikuduskan (misalnya benda-benda dalam bait
suci) .Namun perasaan mengenai kuasa mengagumkan yang terdapat dalam
benda-benda kudus ini tidak boleh disamakan dengan nilai-nilai moral dan etis
. Kudus atau kekudusan merupakan suatu sifat orang atau sesuatu
yang sepenuhnya sesuai dengan tujuan atau maksud keberadaannya yang bulat dan
utuh.
Sebenarnya hanya Allah yang kudus, Ia adalah misteri yang
menggetarkan dan menakjubkan. Ia sama sekali berbeda dengan manusia karena maha
kudus (Yes 6:3,5) sekaligus merupakan sumber kesempurnaan rohani dan moral.
Tidak ada yang lain. Sebab Allah itu seperti sebuah kekuatan
yang tiada taranya yang membentuk alam semesta beserta isinya yang
menjadikan-Nya berbeda dengan mahluk ciptaan yang lain. Oleh sebab itu kita
tidak boleh main-main dengan kekudusan.
Lalu, pertanyaannya adalah apa keterkaitannya keidupan kita
dengan kekudusan?
Sangat terkait dengan erat. Mengapa sangat terkait erat?
1.
Karena kekudusan adalah perintah Allah
Standar hidup manusia bukanlah
filsafat-filsafat yang kosong dan menyenangkan hati kita saja (seperti
kata-kata bijak; jangan peduli pada orang yang tidak suka padamu. Buktikanlah
kalau kamu bisa sukses tanpa dia dll), tetapi standarr hidup kita adalah Allah.
Sebab kita sudah diciptakan menurut gambar dan rupa Allah. Artinya, apa yang
menjadi karakter-karakter moral dalam diri Alla, maka itu juga yang harus kita
miliki. Mengapa? Sebab tanpa kekudusan, tidak seorang pun dapat melihat Bapa
(efesus 5:5; Ibrani 12:14)
Allah perintahkan agar umat-Nya kudus.
Contoh: dalam PL saat memasuki ruang mahakudus, ruang
ibadah, tetapi jika mereka tidak kudus maka mereka akan mati.
Mengapa? Sebab Allah tidak mau umat-Nya hidup dengan
sembarangan.
Tanda bahwa kita sudah dikuduskan adalah ketika kita hidup
dalam kekudusan
2.
Kekudusan hidup menjadi teladan.
Kalau daritadi bicara soal kudus,
lalu apa lawan dari tidak kudus?
Cemar atau tidak kudus itu
sendiri.
Apa yang dapat menjadikan hidup kita cemar atau tidak kudus?
-
Dalam perjanjian lama yaitu karena kita
bersentuhan dengan hal-hal yang mati seperti mayat manusia atau bangkai
binatang atau orang yang terkena sakit kusta . makanya penyakit kusta menjadi
symbol bahwa orang yang itu telah dikutuk oleh Allah. Tetapi, hal ini sudah
dihapuskan melalui kedatangan Yesus kedalam dunia dan kematiannya yang menjadikan
kita umat yang kudus.
-
Karena perbuatan-perbuatan yang berhubungan
dengan moral.
Membunuh, mencuri, berdusta, zinah, dll yang
dituliskan dalam 10 hukum. Hal inilah yang menjadi suatu peritnah bagi kita
agar kita hidup kudus berdasarkan moral dan etika. Sebab jika kita tidak hidup
menurut moral dan etika yang baik yang diajarkan oleh firman Tuhan berarti kita
tidak jadi teladan tetapi jadi batu sandungan.
Firman Tuhan berkata agar kita jadi garam dan terang dunia
ditengah-tengah dunia yang telah hancur dan berantakan ini. Sebab kalau kita
tidak jadi teladan maka kita jadi penyesat yang tersesat. Sebab Tuhan Yesus
datang membawa suatu pengajaran yang baik untuk kita teladani. Oleh sebab itu
patutlah kita juga hidup kudus untuk menjadi teladan.
3.
Kekudusan adalah sifat Allah
Ketika kita datang kepada Allah
dalam keadaan tercemar atau berdosa berarti kita akan binasa dan tidak akan
pernah dapat tahan dan pasti binasa. Allah mau kita mengerti dengan sungguh
bahwa Allah yang kudus itu menunjukkan dan mengatakan bahwa Dia kudus bukan
untuk menakuti umat-Nya melainkan untuk memberitahu umat-Nya bahwa yang
sesungguhnya mereka sembah adalah Allah yang kudus dan tiada taranya. Allah
yang tidak mau dilayani dengan sembarangan.
Contoh: ketika Musa akan
dipanggil oleh Allah, dia melihat semak duri yang terbakar. Dan tempat dia
berpijak adalah kudus. Makanya disuruh tanggalkan kasutnya.
Melalui peristiwa itu Allah
sedang mengingatkan dan memberikan suatu tanda serta nubuat melalui peristiwa api
pada semak duri namun tidak membakarnya habis.
Secara ilmu pendidikan, hokum
ipa/kimia/fisika harusnya terbakar tetapi tidak.
Api itu melambangkan kekudusan
Allah dan semak itu melambangkan manusia. Peristiwa itu sedang memberitahu
umat-Nya bahwa nanti akan datang sesuatu yang kudus ditengah-tengah orang yang
tidak kudus. Namun, orang-orang yang tidak kudus itu tidak akan mati binasa
seperti peristiwa dalam bait suci(kalau ada yang tidak kudus yang datang kepada
Allah maka akan mati) tetapi kali ini tidak.
Itulah nubuat tentang datangnya Tuhan
Yesus ke dalam dunia yang hidup dan makan bersama dengan manusia berdosa tetapi
manusia-manusia ini tidak mati. Tetapi justru akan diselamatkan.
Melalui kematian Yesuslah kita
diselamatkan dan kita dijadikan manusia yang kudus dihadapan Allah.
Manusia tidak dapat menyucikan
dirinya sendiri melainkan hanya oleh Allah melalui Yesus Kristus yang dapat
menguduskan. Kekudusan inilah yang melayakkan kita bertemu dengan Allah.
Komentar
Posting Komentar