Khotbah tentang Doa - MATIUS 7:7-11 (sudah direvisi)


MATIUS 7:7-11

Bagian firman Tuhan ini merupakan suatu bagian yang terkenal dan mungkin menjadi favorit bagi banyak orang Kristen termasuk saya. Bagian ini merupakan bagian dari khotbah Tuhan Yesus di bukit. Setelah menyampaikan 7 hal praktis yang berhubungan dengan cara hidup yang berkualitas dalam diri kita (mengenai hal memberi sedekah, hal berdoa, berpuasa, mengumpulkan harta, kekuatiran, menghakimi, serta tentang hal yang kudus dan berharga) …  setelah itu semua, Yesus mengajarkan hal yang tak kalah pentingnya yaitu mengenai hal pengabulan doa.
Berbicara soal doa, saya percaya setiap kita juga suka berdoa (setidaknya pernah berdoa. Minimal doa makan), ada beberapa hal yang perlu kita ingat:
-          Doa berarti percakapan/komunikasi dengan Tuhan
-          Doa merupakan tanda bahwa kita berserah/bergantung kepada Tuhan
-          Saat kita berdoa berarti kita menundukkan dan memusatkan hati kita, pikiran kita dan perasaan kita kepada Tuhan
-          Doa merupakan perintah dari Tuhan bagi orang percaya
Jadi, sudahkah kita menyadari hal tersebut ketika kita berdoa?
Biarlah setiap kita merenungkan dan menjawabnya dalam hati kita masing-masing apakah ketika kita berdoa karena menyadari hal-hal tersebut.

Tahukah kita, ada beberapa fakta mengenai doa (sudah pernah saya sampaikan dalam khotbah minggu) [buku Prayer - Timothy Keller]
1  
    1. Banyak Negara secular/ateis/non Kristen yang tetap mempraktikkan doa meskipun mereka tidak percaya kepada Allah. Berdasarkan penelitian tahun 2014 menunjukkan hampir 30% mengaku bahwa mereka “berdoa”.
Dan berdasarkan penelitian lain, 17% dari orang yang tidak percaya kepada Allah berdoa secara teratur.

Bisa jadi dalam keadaan tertekan, dalam keadaan susah atau hendak melakukan sesuatu mereka berdoa. Tetapi mereka tidak tahu kepada siapa mereka berdoa

2. Frekwensi doa meningkat seiring dengan bertambahnya usia .jadi, semakin tua seseorang maka ia akan semakin sering untuk berdoa. Bahkan ada yang begitu sering berdoa setiap harinya…
Mengapa? Bisa jadi karena memiliki lebih banyak waktu luang, lebih banyak khawatir dengan berbagai hal, merasa sudah tidak mampu berbuat apa-apa, menjadi salah satu bentuk pelayanan yang dapat dilakukan oleh orang yang sudah usia indah.(berbeda dengan anak kecil atau anak muda yang rasa khawatirnya belum begitu banyak, merasa masih mampu ini dan itu) tetapi ini bukan berarti bahwa yang muda akan berdoa kalau sudah tua. Syukur jikalau kita masih diberikan kesempatan untuk hidup dan menikmati masa tua. Kalau tidak?

3. Banyak orang yang berdoa bahkan berdoa setiap hari
4.      Doa menjadi fenomenal dunia/global
Doa ada dalam semua budaya bahkan ditempat-tempat terkecil dan terisolir sekalipun dengan mengatakan bahwa itulah ritual doa dari mereka dengan cara mereka sendiri.

4. Terdapat naluri dalam diri manusia untuk berdoa… dalam setiap Negara selalu ada orang-orang yang berdoa. Meskipun mereka berdoa bukan kepada Allah yang benar…. Hal ini terjadi dari zaman ke zaman.

5. Secara sosiologi (ilmu tentang kehidupan social dan masyarakat) keagamaan menjadi solusi mereka meskipun itu kadang dijadikan sebagai solusi terakhirnya dalam bentuk doa
6. Doa biasanya diturunkan dari generasi ke gererasi
Contohnya adalah doa makan, doa mau tidur dll…
Dari kecil hingga dewasa kadang-kadang dengan tidak sadar kata-katanya selalu sama…

Itulah fakta mengenai doa sebagai aktivitas yang dilakukan oleh banyak orang. Namun, bagaimana dengan doa kita orang percaya

Bagaimanakah pengabulan doanya?
Ada beberapa hal yang dapat kita renungkan:
1.      Kita diperintahkan untuk meminta, mencari dan mengetuk.
Dari ketiga perintah ini, kita mendapati bahwa kita diberikan suatu perintah oleh Tuhan Yesus mengenai perintah yang kita harus lakukan bersamaan dan terus menerus sebagai orang yang berdoa. Dan Tuhan Yesus tidak memberikan kepada kita pilihan untuk memilih salah satu dari ketiganya. Sebab, semua itu merupakan suatu kesatuan perintah yang harus lakukan.
Kita tidak diajarkan untuk meminta saja apa yang menjadi kebutuhan kita . . . . tetapi kita diperintahkan untuk tidak pasif (tinggal diam) hanya menunggu-nunggu apa yang kita minta.
Kita juga tidak hanya diperintahkan hanya untuk mencari dalam arti bahwa kita berusaha bekerja dan berharap saja untuk mendapatkan sesuatu yang kita inginkan dengan kekuatan kita sendiri (tanpa berdoa)
Atau
Kita hanya mau mengetuk dalam artian bahwa kita Cuma menagih-nagih kepada Bapa mengenai apa yang kita inginkan.
Tidak !!!!! 
Sebab semua perintah tersebut merupakan satu kesatuan yang utuh dan harus kita jalankan.
Seperti sebuah pepatah mengatakan:
            doakan yang kamu kerjakan, kerjakan yang kamu doakan
Jadi orang Kristen, kita tidak diajarkan untuk punya mental hanya meminta saja, tetapi juga harus berbuat sesuatu

2.     Bapa berjanji mengabulkan
Kalau ayat sebelumnya berbicara mengenai aktivitas yang harus terus dilakukan bersamaan dan terus menerus:
Meminta: kesadaran akan kebutuhan dan kepercayaan bahwa Allah mendengar
Mencari: tindakan permohonan yang sungguh disertai dengan ketaatan
Mengetok: menunjukkan adanya ketekunan yang terus menerus dilakukan dalam menghampiri Allah

Namun, dalam ayat ke 8 kita melihat mengenai janji yang Allah berikan kepada kita.
Janji-Nya adalah
Minta – diberi
Cari – mendapat
Ketok – dibukakan.

Berbicara mengenai janji dan pengabulan doa, tentu menjadi suatu pengharapan yang kita tunggu-tunggu dan kita nantikan. Tetapi dalam penantian/menunggu kita selalu berharap akan terjadi seperti yang kita harapkan.
Tetapi, tidaklah demikian dengan orang percaya.
Jawaban dari doa yang terbaik adalah jawaban doa seperti yang Tuhan berikan kepada kita menurut kehendak-Nya. Jawaban doa yang terbaik adalah sesuai jawaban dari Tuhan dan bukan dari pikiran manusia.
Tuhan bisa jawab : "ya" , "tunggu" (ya tetapi waktunya lama dan tidak kita ketahui) serta jawabnya  "tidak". Sebab dikatakan dalam firman Tuhan::::
Efesus 3:20 “bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak daripada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita.
Jawaban doa terbaik adalah apa yang baik bagi Allah untuk manusia. Yaitu jawaban doa seturut dengan apa yang memuliakan Allah dan bukan sekedar memuaskan hati manusia. Tetapi dengan satu keyakinan bahwa jawaban itu jauh lebih besar [banyak] dari apa yang dapat dipikirkan oleh manusia.
Oleh sebab itu , , , ,
Jawaban yang diberikan kepada kita adalah
Meminta-diberi (sesuai kehendak-Nya)
Mencari-mendapat (yang terbaik menurut Tuhan)
Mengetok-dibukakan (menunggu menurut waktu Tuhan)

Bukan mintalah maka akan diberikan kepadamu saat itu juga, tepat seperti apa yang kamu minta, tepat seperti apa yang kamu pikirkan. [X]
Atau
Carilah maka kamu akan mendapatkan dengan cepat, dengan mudah, saat itu juga [X]
Dan bukan juga
Ketoklah, maka pintu akan segera dibukakan, atau ketoklah maka pintu akan langsung dibukakan saat kamu mengetoknya tanpa harus menunggu. [X]
Jawaban itu ada, tetapi bukan seperti yang kita mau, melainkan kita menunggu sesuai dengan apa yang dikehendaki-Nya.

ILUSTRASI
Pada suatu waktu ada seorang yang setia kepada Tuhan, dan ia mengalami sakit yang sangat parah dan hanya terbaring dirumah sakit… pada suatu ketika, datanglah malaikat kepadanya dan bertanya:
“kamu diberikan dua pilihan. Mana yang kamu pilih:
1.Sembuh dari sakitmu, tetapi engkau hanya akan hidup 3 tahun saja
2.Tidak sembuh dari sakitmu, tetapi engkau akan hidup 10 tahun lagi”
Malaikat itu menyuruhnya untuk memilih…
Lalu, kata orang itu: “manakah yang lebih memuliakan Tuhan?”
Jawab malaikat itu: “pilihan yang kedua”
Maka jawab orang itu: “aku mau tetap ditempat tidur ini, asalkan Tuhan dimuliakan”
Yang terpenting bukan soal jawaban doa yang terkabul, tetapi apakah itu sesuai dengan kehendak Tuhan dan memuliakan Tuhan atau tidak. Meskipun dalam keadaan sakit tetapi kita menunjukkan hati yang bersukacita. Ketika ada orang datang menjenguk, kita tidak mengeluh, kita tidak kecewa kepada Tuhan, kita tidak merasa bahwa kita mampu. Tetapi kita menunjukkan bahwa Tuhan itu tetap baik bagi kita. Bahkan kita juga bisa mendoakan orang yang mau mendoakan kita. Dengan menunjukkan hal yang demikian kiranya Tuhan dimuliakan melalui keadaan yang demikian. Oleh sebab itu kita perlu bertanya, apa dan bagaiaman caranya kita tetap memuliakan Tuhan dalam segala keadaan kita.

3.    Tuhan tahu mana yang terbaik bagi kita (ayat 9-11)
Tidak ada manusia yang tidak mau sesuatu yang terbaik terjadi dalam hidupnya. . .(benar?)
Semua mau yang terbaik. Termasuk jawaban doa dari Tuhan. Tetapi kalau kita tahu bahwa Tuhan tahu apa yang terbaik bagi kita, mengapa kita tidak sabar menunggu dan kadang memberi sebuah “LABEL” kepada Tuhan dan mengatakan bahwa "Tuhan tidak sayang kepada kita," padahal Ia adalah Allah yang penuh kasih?
      Sebenarnya jika kita berpikir demikian, kita sedang menunjukkan ketidakpercayaan dan keegoisan kita di hadapan Tuhan. Dan secara tidak langsug, itu merupakan sebuah pemberontakan kita.
    Namun dengan melihat janji Tuhan ini, kita diingatkan sebagaimana seorang manusia [ayah] yang notabene bukanlah orang yang baik karena dosa dan dalam firman Tuhan dikatakan sebagai orang yang jahat (tidak berkenan kepada Allah) mampu meberikan pemberian terbaik kepada anaknya… apalagi Bapa di sorga, Dia lebih tahu mana yang baik dan mana yang terbaik.

Penggambaran ini juga menunjukkan betapa kudusnya Allah kita sehingga Tuhan Yesus memberikan perbandingan dengan mengatakan “Kamu yang jahat” dibandingkan dengan “Bapamu yang di sorga
Dan dari sini kita melihat juga bahwa sebenarnya hanya karena anugerah-Nya kita bisa meminta kepada Tuhan (berdoa)… oleh sebab itu, tidak ada hak kita mengatur-ngatur Allah Bapa soal pemberian.
Tetapi kita bersyukur kepada Tuhan kalau kita masih boleh menaikkan doa-doa kita kepada-Nya dengan satu keyakinan bahwa apapun yang terjadi, Allah Bapa tahu mana yang terbaik dan pasti itulah yang akan diberikan kepada kita. Asalkan kita sungguh beriman kepada-Nya.
Saya teringat kepada ayah saya yang memang lebih “galak” daripada mama saya. Waktu kecil, nda gampang kalau mau minta kue/roti atau sesuatu kepada ayah saya (mungkin kita juga demikian, lebih takut sama ayah daripada sama ibu) . . .
Tetapi, meskipun demikian, ketika saya minta roti tidak pernah diberikan batu . . . atau waktu minta lauk untuk makan, saya minta ikan kemudian diberi ular (yang hidup tentunya)… segalak dan semarah apapun tidak diberikan hal yang demikian buruk… kadang disuruh nunggu atau memang nda dibelikan  . . . .

Demikian juga Bapa kita di sorga, Ia tahu mana yang terbaik bagi kita dan pastilah yang terbaik saja yang akan diberi kepada kita orang percaya yang disebut dengan anak-Nya.

CLOSING
Jadi, marilah kita renungkan bahwa betapa baiknya Allah kita yang memberikan kita kesempatan untuk boleh
1.meminta  . . . .dan kita tahu bahwa
2.Bapa berjanji mengabulkannya
Dan akan memberikan kita
3.yang terbaik . . . .

Komentar