SIKAP MENGHADAPI PENCOBAAN
1 Korintus 10:13
“Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah
pencobaa-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah
setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melalmpaui
kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberi kamu jalan keluar, sehingga
kamu dapat menanggungnya.”
Saat ini Negara kita
Indonesia dan beberapa Negara lainnya sedang terpapar virus corona (covid-19).
Data per tanggal 2 April 2020 ada sekitar 1.790 yang positif terkena virus ini,
ada 112 yang sembuh dan 170 yang meninggal dunia. Ada berbagai respon
orang-orang dalam menanggapi pandemic virus corona ini, terutama mereka yang
mungkin tidak terjangkit virus ii. Ada yang begitu ketakutan, ada yang begitu
serius, ada yang biasa saja dan mungkin ada yang tidak peduli sama sekali.
Akibat
pandemic virus corona ini, ada berbagai permasalahan terjadi dari segi
perekonomian yang berpengaruh kepada mata pencarian masyarakat Indonesia. Dan
mungkin mulai banyak yang merasakan kesusahan akibat adanya pandemi virus
corona ini. Mulai dari terbatasnya aktivitas untuk keluar rumah karena perintah
untuk tetap di rumah, mulai sulit mendapatkan makanan, usaha mulai sepi dan
lainnya. Ini mungkin menjadi suatu pencobaan yang harus kita hadapi saat ini
ditambah lagi dengan permasalahan pribadi kita masing-masing, masalah pekerjaan
kita, masalah dalam keluarga dan rumah tangga serta masalah-masalah lainnya
sehingga hal ini menjadi suatu pencobaan yang memberatkan kita.
Lalu,
sebagai orang percaya bagaimanakah seharusnya kita bersikap terhadap berbagai
bentuk pencobaan yang datang dalam kehidupan kita?
Firman
Tuhan dalam Korintus 10 merupakan surat
rasul Paulus untuk jemaat yang ada di Korintus agar mereka tidak mengikuti
jejak dari orang-orang Israel yang hidupnya berpaling dari Tuhan padahal mereka
sudah melihat tuntunan dan penyertaan Tuhan yang besar. Mereka berpaling kepada
hal-hal lainnya termasuk berhala-berhala ketika mereka menghadapi berbagai
masalah dan pencobaan (1 Korintus 10:7). Mereka tidak mencari Tuhan. Mereka
hidup seperti orang yang tidak mengenal Tuhan dan firman Tuhan berkata bahwa
Tuhan tidak berkenan kepada mereka (1 Korintus 10:5 “tetapi sungguhpun demikian Allah tidak berkenan kepada bagian yang
terbesar dari mereka, karena mereka ditewaskan di padang gurun”)
Allah
tidak mau kita berbalik dari-Nya meskipun di tengah-tengah pencobaan yang
berat. Allah mau agar kita tetap memiliki sikap yang benar ketika dalam
pencobaan. Bagaimanakah sikap kita seharusnya ketika sedang menghadapi suatu
pencobaan?
Ada 3
(tiga) hal yang perlu kita ingat berdasarkan 1 Korintus 10:13
1.
Pencobaan
yang kita alami adalah pencobaan-pencobaan biasa
(ayat
13a: “pencobaan-pencobaan yang kamu alami
adalah pencobaan-pencobaan biasa”)
Selama kita hidup pasti akan ada pencobaan yang akan kita
alami dan itu adalah sesuatu yang manusiawi. Tidak ada orang yang tidak lepas
dari pencobaan bahkan para tokoh-tokoh “besar” dalam alkitab pun menghadapi hal
ini. Seperti Abraham, Yusuf, Ayub, Musa, Paulus, dan tokoh-tokoh lainnya.
Alkitab pun menuliskan kisah mereka bukan hanya ketika mereka diberkati oleh
Tuhan atau ketika mereka mendapatkan pertolongan dari Tuhan tetapi alkitab
menuliskan juga pencobaan-pencobaan yang mereka rasakan.
Demikian juga kita pasti akan menghadapi yang namanya
pencobaan dalam hidup. Sama seperti para tokoh alkitab, disaat ada pencobaan
disitulah mereka melihat tangan Tuhan bekerja dalam hidup mereka (Ayub 42:2 “aku tahu bahwa Engkau sanggup melakukan
segala sesuatu dan tidak ada rencana-Mu yang gagal”). Dalam pencobaanlah
iman kita bisa semakin bertumbuh.
2.
Pencobaan
yang kita alami tidak melebihi kekuatan kita
(ayat
13b: “yang
tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan
membiarkan kamu dicobai melalmpaui kekuatanmu.”)
Sebagai orang percaya kita harus tahu bahwa Allah berdaulat
penuh atas kehidupan kita. Kita diciptakan bukan dengan kesempurnaan yang penuh
untuk dapat melakukan dan emnghadapi segala sesuatu. Kita memiliki batas
kekuatan dan kemampuan untuk melakukan sesuatu. Hal ini perlu kita sadari.
Tetapi kita juga harus tetap ingat bahwa pencobaan yang diizinkan Tuhan terjadi
atas hidup kita pun tidak akan melebihi kekuatan kita. Kalau kita merasa bahwa
pencobaan itu berat namun kita masih ada dan masih sanggup, itu membuktikan
bahwa pencobaan itu tidaklah melebihi kekuatan kita. Allah punya maksud dan
tujuan dalam hidup kita ditengah pencobaan yang kita alami.
3.
Allah
tidak akan membiarkan kita dalam pencobaan
(ayat
13c: “Sebab
Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melalmpaui
kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberi kamu jalan keluar, sehingga
kamu dapat menanggungnya.”)
Kita bersyukur memiliki Allah yang setia dan
tidak pernah meninggalkan kita di tengah pencobaan yang kita alami. Firman
Tuhan mengingatkan kita bahwa Allah tidak akan membiarkan pencobaan yang
terjadi dalam bentuk apapun di kehidupan kita itu melebihi kekuatan kita. sebab
janji-Nya adalah bahwa Allah akan memberikan kepada kita jalan keluar. Dan yang
perlu kita ingat ialah bahwa jalan keluar itu adalah sesuai dengan cara Allah
bukan dengna cara kita. Kita diajar dan diminta untuk percaya bahwa semua yang
telah Allah rancangkan adalah baik. Percayalah bahwa kita akan dibuat kagum
akan semua yang dikerjakan-Nya. Percayalah bahwa pencobaan terbesar manusia
yaitu dosa pun Allah berikan jalan keluarnya dan diselesaikan dengan tuntas melalui kematian
Yesus Kristus, Anak-Nya yang tunggal di kayu salib. Nyawa-Nya diberikan bagi
kita. Maka kita juga harus percaya bahwa pencobaa-pencobaan hidup kita pun akan
diberikan jalan keluar oleh-Nya.
Itulah sikap yang harus kita miliki ketika
menghadapi pencobaan dalam hidup kita. Firman Tuhan berkata “berbahagialah orang yang bertahan dalam
pencobaan, sebab apabila sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan
yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia” (Yakobus
1:12). Kiranya firman Tuhan ini boleh mengingatkan kita selalu dalam menjalani
kehidupan kita. Tuhan Yesus memberkati.
Komentar
Posting Komentar