TELADAN PADA MAJUS
MATIUS 2:1-11
Setiap kita punya suatu peristiwa
yang penuh dengan sukacita. Dan ketika kita merasakan sukacita itu maka
biasanya kita mengekspresikannya dengan berbabagai cara.
Sama seperti natal, ada begitu
banyak orang Kristen merayakan natal dengan berbagai cara, deberbagai tempat di
belahan dunia ini (entah itu di Eropa, Amerika, bahkan di Negara yang minoritas
sekaipun. . . semua merayakan natal dengan penuh sukacita. Karena bagi mereka
ini adalah kabar sukacita yang besar yang sejak dahulu kala diberitakan sampai
saat ini. Yaitu peristiwa lahrinya Yesus ke dalam dunia.
Kelahiran Yesus menjadi penting. Sebab Dia bukan manusia
biasa. Dia adalah Tuhan.
Meskipun ada begitu banyak orang
mengatakan bahwa Yesus mengangkat diri-Nya menjadi Tuhan, ada juga mungkin yang
berkata bahwa orang Kristen yang menjadikan Yesus sebagai Tuhan. Ada yang
mengatakan bahwa Yesus adalah manusia biasa yang akhirnya diangkat menjadi
Tuhan…. Semua tudingan itu
adalah tudingan yang salah.
Dan saat ini kita merasakan sukacita
karena tuduhan-tuduhan seperti itu terhadap iman kekristenan adalah TIDAK
BENAR/salah.
Sebab kita percaya kepada Tuhan Yesus seperti yang sering kita ikrarkan
(seperti yang salah satunya terdapat dalam pengakuan iman rasuli, “aku percaya kepada Allah
Bapa yang mahakuasa dan kepada Yesus Kristus Anak-Nya yang tunggal Tuhan
kita),,,
Mengapa
tudingan seperti ini salah? Jawabannya tidak terlalu susah. Sebab manakah yang
lebih memungkinkan/masuk akal, apakah jika manusia menjadi Tuhan (sehingga ia
berusaha dan kerja keras untuk mencapai suatu titik sehingga menjadi Tuhan)
ataukah lebih mudah jika Tuhan jadi manusia?
Tentu akan
lebih mudah, jika Tuhan yang jadi manusia. Sebab Dia mahakuasa dan dapat
berbuat apa saja seperti yang Dia inginkan.
Sebab jika manusia mau menjadi
Tuhan, itu adalah hal mustahil sebab
manusia semua adalah berdosa. Sehingga tidak layak menjadi Allah yang kudus.
Sebab Yohanes 1:1 pada mulanya adalah Firman, Firman itu
bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah sendiri.
Yohanes 1:14a Firman itu telah
menjadi manusia, dan diam diantara kita,
Kabar sukacita inilah yang
menjadi dasar bagi orang-orang Kristen disegala abad untuk merayakan natal
dengan cara yang berbeda dimasing-masing tempat. Karena Allah sendiri telah
datang ke dalam dunia mengambil rupa manusia untuk selamatkan kita. Karena
keselamatan yang kita terima inilah yang harusnya terus membuat kita
bersukacita dan merayakan natal dengan sukacita. Karena kasih Allah yang sudah
dinyatakan pada kita.
Saat ini kita tahu bahwa kabar ini adalah kabar
yang benar. Lalu bagaimanakah dengan zaman ketika Tuhan Yesus
dilahirkan ke dalam dunia?
Seperti apakah sukacita
orang-orang yang ada pada zaman itu?
Dan apakah yang mereka lakukan
karena sukacita yang mereka rasakan?
Kita baca MATIUS 2:1-12
Inilah yang akan menjadi
perenungan bagi kita semua saat ini baik saya maupun seluruh jemaat Tuhan yang
hadir.
INJIL MATIUS dicatat dengan
pengilhaman dari Allah untuk memberitahukan kita dari sudut pandang yang
berbeda dari Matius mengenai CERITA KELAHIRAN YESUS. Karena tiap penulis kitab
injil mencatat peristiwa kelahiran sampai kenaikan Yesus dengan cara yang
berbeda-beda.
Pada bagian sebelumnya, Matius mencatat mengenai silsilah dari mana dan pada garis
keturunan yang mana Yesus dilahirkan
ke dunia. (Mat 1:1-16-17) dan dilanjutkan dengan satu peristiwa penting itu
yakni Kelahiran Yesus Kristus (Mat 1:18-25) dan dibagian lain dituliskan oleh
Lukas bahwa Yesus lahir di dalam palungan yang terbungkus dengan lampin . . .
Barulah setelah itu dalam MATIUS
2:1-12, masuk pada apa yang akan kita renungkan pada saat ini mengenai ORANG
MAJUS…
Siapakah orang
majus itu? Berapa jumlah Mereka? Apa yang mereka lakukan?
Kita akan renungkan bersama saat ini. . .
Siapakah orang Majus itu?
Apa yang dikatakan oleh ALKITAB
tentang orang Majus?
-
Berita tentang orang majus yang datang menjumpai
Yesus ini tidak dituliskan dalam kitab injil yang lain [Markus, Lukas dan
Yohanes]
-
Kita hanya akan melihat sejauh mana firman Tuhan
memberitakannya.
Kata “MAJUS” itu sendiri agak sulit dipahami dalam pengertian kita saat
ini.
Dalam alkitab-alkitab bahasa INgrris menyebutkan
mereka sebagai “WISE MEN” atau orang yang bijaksana sedangkan di dalam bahasa
asli Alkitab bahasa Yunani (kita
melihatnya dari berbagai bahasa agar kita bisa tahu dengan lebih baik lagi apa
yang dikatakan firman Tuhan. Bukan supaya khotbahnya jadi kerena dll) . . . bahasanya menggunakan kata YUNANI “MAGOI” dalam
perkembangannya kata ini dihubungkan dengan kata “MAGICIAN” yang dapat berarti tukang
sihir. Padahal dalam pengertian awal, kata ini tidak punya pengertian yang
negative.
Namun kata magoi (pengebutan
untuk orang majus dalam alkitab Indonesia) sebenarnya punya pengertian
yang positif seperti yang dikatakan oleh Albert Batch : orang-orang ini
adalah ahli-ahli filsafat, imam-imam dan ahli-ahli perbintangan. Mereka adalah
orang-orang terpelajar yang hidup di daerah Timur dan mahir dalam astronomi,
agama dan obat-obatan.
Nah dengan demikian,
Kita mengerti bahwa orang Majus
ini adalah orang-orang pandai, para imam, orang terhormat, orang kaya, berkedudukan
tinggi, dan sangat pandai dalam agama, pengobatan, dan perbintangan juga.
Willian Barclay (TEOLOG) mengatakan
bahwa
Para majus adalah orang pandai
yang mengetahui filsafat, ilmu kedoteran dan ilmu alam, mereka juga mampu
manafsirkan mimpi serta meramalkan hal-hal yang terjadi. Dan orang Majus adalah
orang yang baik dan suci yang senantiasa mencari kebenaran.
Tradisi Orang-orang Yahudi
percaya bahwa mereka ini adalah imam-imam dari kerajaan Syeba dan Arabia yang merupakan keturunan Abraham dari Ketura
yang mungkin mereka terima dari tradisi lisan Abraham. Atau mereka memiliki
hubungan dengan orang-orang Yahudi yang dalam pembuangan di Babel dan juga
karena terpengaruh nubuatan Daniel sehingga
mereka juga memiliki pengetahuan akan nubuatan-nubuatan Perjanjian Lama yang
berkaitan dengan Mesias.
Lalu
berapakah jumlah mereka? Dan siapakah nama mereka?
-
Jawabannya singkat saja.
-
Alkitab tidak menuliskan siapa saja nama mereka
dan berapa jumlah mereka
-
Drama-drama dan lukisan-lukisan Natal bahkan
property natal yang ada di depan kita (kandang domba dan segala patung di
dalamnya) umumnya menampilkan tiga orang majus yang datang menjenguk bayi
Yesus. Tradisi bahkan menyebutkan nama mereka masing-masing: Gaspar, Melkhior,
dan Balthasar. Dan orang mengatakan bahwa mereka adalah 3 Raja dari daerah
Timur.
Tetapi perlu
kita ingat sekali lagi bahwa Alkitab tidak menuliskan siapa nama mereka. Jadi
mari kita menafsirkan alkitab sebagaimana alkitab menafsirkan alkitab sendiri.
-
Orang-orang mengartikannya sebagai 3 orang majus
mungkin karena 3 jenis persembahan yang diberikan.
-
Tetapi 3 jenis persembahan yang diberikan ini
pun kita tidak tahu seperti apa jumlahnya. Sebab tidak dikatakan bahwa hanya
sebatang emas atau berapa banyak kemenyan dan mur yang dibawa.
Yang terpenting bukanlah siapa
nama mereka. Sebab sama seperti kisah dari seorang anak yang membawa roti dan
ikan untuk memberi makan 5000 orang. Tidak disebutkan. Juga seperti nama 2
orang wanita yang datang kepada Salomo untuk memohon petunjuk mengenai anak
siapa yang masih hidup dan mati. Karena bukan itu yang penting dan inti dari
kisah yang dituliskan. Tetapi maksud dan pemberitaan firman itu sendiri.
Dan mengenai jumlah orang Majus
ini, saya percaya cukup banyak dan jika kita tahu bahwa mereka adalah
orang-orang yang berkedudukan tinggi, ahli filsafat, perbintangan dan lain-lain
saya yakin mereka datang dari daerah Timur (tempat asal mereka) dengan
rombongan, mungkin para pengawal dan segala yang mereka bawa.
Banyak penafsir mengatakan bahwa
mereka dari daerah Babilonia atau Persia yang memang terletak di bagian Timur. Dan jika mereka adalah para
pembesar saya yakin mereka datang dengan rombongan dan pakaian kebesaran dengan
cirikhas daerah mereka. sebab jika mereka hanya datang bertiga lalu
bertanya-tanya tentang Bayi itu saat memasuki Yerusalem seperti yang dikatakan
oleh
Matius 2:2 dan 3
“Dan bertanya-tanya, dimanakah Dia, Raja
yang baru dilahirkan itu? Kami telah
melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia.”
Ketika raja Herodes mendengar hal itu
terkejutlah ia beserta seluruh Yerusalem.
Jika hanya 3 orang maka rombongan
itu tidak akan menarik perhatian dan tidak menggemparkan seluruh Yerusalem.
Tetapi jika mereka rombongan datang dengan cirikhas pakaian kebesaran mereka
serta para pengawal mereka karena mereka berasal dari daerah yang jauh, maka
wajarlah jika Herodes menjadi terkejut dan orang-orang di sana pun menjadi
terkejut. Sebab mereka sendiri sudah punya raja, lalu mengapa adalagi raja yang
lahir dan ditandai dengan bintang??? Ini tentu menjadi hal yang dianggap
mengamcam kedudukan Herodes pada saat itu.
Kedatangan sang Mesias dianggap
sebagai pesaingnya,,, dan mungkin dia menganggap ini adalah pesaing yang begitu
special, sampai-sampai ada bintang yang MENJADI PETUNJUK serta keinginan para
Majus menyembah (sebab mereka adalah pembesar-pembesar dari Timur mau datang
untuk menyembah). . .
Mengapa para Majus justru tidak dicatat oleh alkitab
bahwa mereka datang dan memberi hormat kepada Herodes atau bahkan memberikan
persembahan kepada Herodes?
Natal yang pertama bukanlah seperti
natal yang terjadi saat ini yang disambut dengan begitu meriah. Tetapi natal
yang pertama disambut dengan suatu penolakan dari Herodes.
Orang-orang
Majus diberi Bintang menjadi petunjuk
mereka.
Pertanyaannya:
-
Mengapa bintang yang dipakai dan bukan benda langit
yang lain?
Jawabannya adalah:
-
Karena memang itu sudah ditentukan oleh Allah .
-
Pertanyaan yang selanjutnya adalah, mengapa
Allah memakai bintang?
-
PERTAMA, kita dapat mengerti dan mengenal
tentang Allah itu hanya jika Allah yang memberitahuknya.
-
Kita dapat mengenal Allah melalui 2 cara yaitu
wahyu umum dan wahyu khusus.
-
Wahyu umum itu bisa melalui ciptaan dan segala
yang terjadi dalam alam semesta ini. Melalui itu kita bisa mengenal Allah.
-
Tetapi, ada juga melalui wahyu khusus yaitu
firman Allah dan Yesus Kristus.
-
Nah kali ini kita bisa melihat bahwa Allah
menyatakan diri-Nya ada dan akan lahir melalui benda angkasa, yaitu BINTANG.
Pertanyaan tadi bisa dilanjutkan
dengan mangatakan “MENGAPA ALLAH MENUNTUN ORANG MAJUS DENGAN MENGGUNAKAN
BINTANG?”
Perlu kita ketahui bahwa di dunia
kuno pada saat itu, orang-orang sangat mendewakan bintang dan benda langit
lainnya.
Dalam buku Andar Ismail yang
berjudul yang berjudul SELAMAT NATAL dia memberikan mencatat:
Pada jaman itu
banyak agama kafir menyembah bintang . anggapan bahwa bintang adalah suatu ilah dan memiliki
kuasa ilahi yang berpengaruh pada hidup manusia menyebabkan orang pada zaman
itu memuliakan bintang dan merasa hidupnya bergantung pada bintang. Sampai pada
jaman modern sekarang ini pun masih ada orang yang beranggapan bahwa nasibnya
bergantung pada BINTANG
LIBRA, PISCES, ARIES
VIRGO, CANCER, AQUARIUS
SCORPIO, TAURUS, LEO, CAPRICORN,
GEMINI, SAGITARIUS
Sampai saat
ini memang banyak orang terjadi seperti yang dikatakan dalam
YESAYA 47:13
“engkau telah payah karena banyaknya
nasihat! biarlah tampil dan menyelamatkan engkau orang-orang yang meneliti
segala penjuru langit, yang menilik bintang-bintang dan yang pada setiap bulan
baru memberitahukan apa yang akan terjadi atasmu”
Matthew Henry dalam tafsirannya
mengatakan:
“para
penyembah berhala menyembah bintang-bintang sebagai tentara langit terutama
bangsa Timur yang menamai planet-planet menurut nama-nama dewa mereka…
Kita bisa melihatnnya dalam---
Kitab Amos 5:26
“Kamu akan mengangkut Sakut, rajamu dan
Kewan, dewa bintangmu, patung-patungmu yang telah kamu buat bagimu itu”
Dalam terjemahan alkitab BIS
“kamu akan mengakut sakut, rajamu dan Kewan,
bintang yang kamu dewakan itu”
Dalam catatan lainnya dikatakan
bahwa Kewan adalah dewa Babel yang diidentifikasikan dengan saturnus.
Jadi kita melihat bahwa
penyembahan bintang dan benda langit lainnya adalah hal yang umum pada dunia
kuno zaman itu. Terutama dari bangsa Babel .
Seperti dikatakan juga dalam:
KISAH PARA RASUL 7:42b-43a
“apakah kamu mempersembahkan kepada-Ku
korban sembelihan dan persembahan selama empat puluh tahun di padang gurun itu,
hal kaum Israel?
Tidak pernah, malahan kamu mengusung kemah
Molokh dan bintang dewa Refan”
JOHN WESLEY memberikan keterangan
bahwa Refan adalah Bintang yang disembah pada jaman dahulu. Terutama pada
bangsa Babel/Babilonia atau bangsa Timur.
Hal ini juga terlihat bahwa
memang banyak ahli jampi dan orang pintar yang mengerti perbintangan di daerah
Timur.
Hal ini juga terlihat dari
catatan kitab DANIEL 2:2
“lalu raja menyuruh memanggil orang-orang
berilmu, ahli jampi, ahli sihir dan para kasdim, untuk menerangkan kepadanya
tentang mimpinya itu. Maka datanglah mereka dan berdiri di hadapan raja.
Yang disebut dengan ahli Jampi
dalam alkitab terjemahan Indonesia ini jika kita lihat dalam terjemahan King
James itu ditulis dengan astropologis atau ahli bintang.
Jadi kita melihat disini bahwa
Allah memakai bintang yang pada zaman itu merupakan suatu kepercayaan dari
orang-orang non-Yahudi seperti mereka
ini. Kepercayaan agama kafir terhadap bintang-bintang dipakai Allah
untuk menuntun orang-orang Majus ini menuju ke Yerusalem dan akhir nanti ke
Betlehem…. [peta Yerusalem dan Betlehem]
Bintang yang
mereka ikuti ini sebelum
membawa mereka ke Betlehem ke tempat Yesus, mereka bertemu dengan
Herodes di Yerusalem . . sebab jika dari
Wilayah Persia/Babilonia menuju ke Betlehem, mereka akan melewati Yerusalem
terlebih dahulu dan akhirnya karena kedatangan mereka yang menurut penafsiran adalah
seperti rombongan, makanya orang Yerusalem menjadi heboh karena dalam ayat 2
dikatakan bahwa mereka bertanya-tanya mengani raja yang baru dilahirkan…
Tetapi, tahukan kita bahwa petunjuk bintang itu adalah
petunjuk yang belum sempurna?
Wah kok bisa?
Bukankah bintang itu yang
menuntun mereka sampai bertemu Yesus?
Ya, salah satunya adalah itu. .
. tetapi petunjuk itu bukanlah petunjuk
yang sempurna.
Sama seperti ketika kita mengenal Allah… tidaklah cukup
kalau kita mengenal Allah hanya dari wahyu umum (seperti bintang itu)
Tidaklah cukup kita tahu bahwa
Allah itu ada karena kita lihat dunia ciptaan ini ada (ada gunung, langit,
bintang, hewan dan pepohonan) tidaklah cukup… bahkan tidak menyelamatkan kita…
Tetapi wahyu Khusus yaitu Firman
Tuhan (Alkitab) dan juga Yesus Kristuslah yang membuat kita sampai kepada jalan
Keselamatan kepada Bapa di sorga…. Kita tahu ada jalan keselamatan yang
disediakan Allah yaitu melalui firman Tuhan.
Jadi sama seperti bintang itu,
tidaklah cukup untuk membuat mereka tahu dengan pasti siapa sebenarnya yang
akan mereka temui.
Lalu apakah yang membuat petunjuk
itu menjadi lengkap?
Ayat 4, 5 dan 6 menjelaskan:
“maka dikumpulkannya semua imam kepala dan
ahli taurat bangsa Yahudi, lalu dimintanya keterangan dari mereka, dimana
Mesias akan dilahirkan.
Mereka berkata kepadanya: “di Betlehem di
tanah Yudea, karena demikianlah ada tertulis dalam kitab nabi
Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau
sekali-kali bukanlah yang terkecil diantara mereka yang memerintah Yehuda,
karena daripadamulah akan bangkit seorang pemimpin yang akan menggembalakan
umat-Ku Israel”
Yang melengkapi adalah kitab
taurat yang dibaca oleh para imam dan ahli taurat. Yang pada saat itu adalah
firman bagi orang-orang Yahudi yang menantikan kedatangan Sang Mesias.
Keterangan dari Taurat lah yang
akhirnya memberikan informasi yang pasti kepada mereka mengenai Mesias yang
datang yaitu Tuhan Yesus Kristus yang merupakan penggenapan dari hokum taurat.
Jadi , , , dari peristiwa natal
ini kita bisa melihat:
Firman Tuhanlah yang harus
menjadi petunjuk utama kehidupan kita. Bukan kepercayaan terhadap
tahyul-tahyul. Tolak ukurnya adalah firman Allah. Kalau firman Allah pernah
berkata, maka itulah yang harus kita percaya, yang harus kita ikuti. Bukan
percaya kepada dongeng-dongeng atau hal-hal yang justru mendukakan hati Tuhan.
Firman Tuhan yang jadi tolak ukur
hidup kita. Bukan hidup kita yang jadi tolak ukur firman Tuhan.
Kisah natal ini pun masih
berlanjut, dimana setelah diberitahukan dimana tempat Yesus berada.
7.Ternyata Herodes memanggil
orang-orang majus itu dan dengan teliti bertanya kepada mereka bilamana bintang itu Nampak.
Jadi Herodes mencari tahu dengan
teliti ketika bertanya kepada orang Majus tersebut. Dan tentu membuat Herodes
menjadi tidak suka dengan kehadiran Tuhan Yesus.
Lalu, akhirnya ia membuat sebuah
rencana
8. kemudian ia
menyuruh mereka pergi ke Betlehem, katanya: “pergi dan selidikilah dengan
seksama mengenai Anak itu dan segera sesudah kamu menemukan Dia, kabarkanlah
kepadaku supaya akupun datang menyembah Dia…
Ternyata ada maksud lain dari
Herodes. Dia tidak benar-benar ingin menyembah kepada Yesus. (ada udang dibalik
batu). Tetapi kita lihat bahwa Allah menutup pikiran Herodes . mengapa? Sebab dengan begitu mudahnya ia menyuruh
orang menemani orang Majus itu menjumpai Yesus dan jika sudah bertemu maka
dengan mudah pula bagi Herodes tahu dimana letak tempat Yesus.
Allah melindungi rencana-Nya
dengan sempurna. Karena Allah akan menggenapi setiap firman-Nya.
Sama seperti saat ini, gereja
Tuhan dilindungi juga oleh Allah dari orang-orang yang mau berbuat sesuatu hal
yang tidak berkenan bagi Allah.
9. setelah mendengar perkataan
raja itu, berangkatlah mereka (menuju Betlehem). Dan lihatlah, bintang yang
mereka lihat di Timur itu mendahului mereka. . . . (sesuatu yang tidak terjadi
sebelumnya, dimana mereka dituntun dan tentunya berjalan beriringan/bersamaan,
tetapi kali ini dituliskan mendahului mereka seolah tidak sabar agar mereka
melihat dengan segera Yesus)
Sampai mereka tiba dan bintang
itu berhenti tepat di atas tempat dimana Anak itu (Yesus yang sudah menjadi seorang anak, bukan lagi bayi)
10. ketika orang Majus melihat
bintang itu yang mendahului mereka seolah meninggalkan mereka mungkin mereka
agak heran tetapi akhirnya tiba di satu tempat, maka mereka bersukacita.
Artinya tidak lama lagi penantian mereka akan segera terjawab.
11. dan akhirnya untuk
menghilangkan rasa penasaran itu, maka masuklah mereka ke dalam rumah itu (jadi
mereka tidak lagi masuk dalam kandang) dan melihat Anak itu (bukan lagi seorang
bayi yang terbaring di palungan. Tetapi seorang anak) dan dari sini kita
melihat:
-
perjalanan yang ditempuh oleh orang Majus bukanlah perjalanan yang mudah.. . . sekitar 1 tahun
lebih sampai mereka menemukan Yesus. Dan diperkirakan Yesus berumur
1 tahun lebih pada saat mereka datang menemuinya dan bukan lagi seorang bayi
yang dibungkus dengan lampin dan terbaring dalam palungan. Sebab yang bertemu
Yesus dalam palungan adalah para gembala.
- alasan lain yang menguatkan bahwa mengapa
Yesus yang dijumpai sudah berumur 1 tahun lebih adalah ketika Herodes menjadi
marah dan berniat membunuh anak-anak di Betlehem yaitu anak laki-laki berumur
di bawah 2 tahun (ayat 16) …
Kalau anak itu masih bayi, tentu
Herodes menyuruh membunuh anak yang di bawah 1 tahun. Sebab dia juga
akan berpikir, bagaimana daerah pemerintahannya akan kuat jika banyak anak yang
adalah calon pembangun kota dalam kerajaannya harus mati. Jadi kalau hanya
perlu membunuh yang usianya di bawah 1 tahun, tentu itulah yang di lakukan.
Tetapi yang diperintahkan adalah anak laki-laki di bawah 2 tahun. Sebab
diperkirakan usia Yesus adalah seperti itu.
-
jadi, jika ingin membuat drama natal dengan mengambil cerita seperti di
alkitab, maka orang Majus itu tidak boleh diceritakan bahwa mereka bertemu
Yesus dalam kandang, melainkan dalam rumah.
Setelah melihat Yesus dan ibunya,
apa yang mereka lakukan?
-
Sujud menyembah Dia.
-
Mereka membuka tempat harta bendanya dan
mempersembahkan emas, kemenyan dan mur.
Kita akan melihat yang menganai
hal yang mereka lakukan pertama kali, yaitu sujud menyembah kepada Yesus.
Mungkin
bagi kita orang yang sudah percaya kita tahu bahwa mereka menyembah layaknya
menyembah kepada Tuhan. Tetapi diluar sana muncul sebuah pertanyaan berdasarkan
anggapan bahwa mereka adalah orang-orang non-Yahudi yang tidak menantikan
datangnya Mesias.
Apakah penyembahan mereka kepada
Yesus adalah penyembahan kepada Yesus sebagai seorang raja seperti raja lainnya
berhubung mereka adalah bukan orang Yahudi ataukah benar-benar menyembah Yesus
sebagai Tuhan dna Raja di atas segala raja?
Ada yang mengatakan mereka menyembah sebagai seorang raja
karena memang mereka mencari raja yang baru lahir. Tidak dikatakan bahwa mereka
mencari Anak Allah. Makanya dikatakan hanya penyembahan biasa berkenaan dengan
diri mereka sendiri. Itu hanya seperti tradisi Persia yang menghormati raja
yang baru lahir. Salah satunya adalah penafsiran seorang Bapa Gereja.
Penafsir yang lain berkata bahwa
mereka benar-benar menyembah kepada Yesus sebagai Tuhan, sebagai Mesias.
Dan mereka mengumpulkan
alasan-alasan mengapa orang Majus menyembah Yesus benar-benar sebagai Tuhan dan
Raja diatas segala raja
1.
Kalau penyembahan mereka hanya tradisi, maka
sepertinya segala pimpinan Tuhan pada mereka menggunakan bintang dan taurat,
maka sepertinya itu tidak ada artinya kepada mereka.
Untuk apa Allah
membawa mereka jauh-jauh dari negeri asal mereka dan dalam perjalanan yang
panjang jika hanya untuk memberikan “penyembahan biasa”? …
Maka penyembahan
mereka harus lebih daripada sekedar penyembahan sebagai tradisi. Sebab jika dilihat
dari pekerjaan Allah sebelumnya, harusnya mereka tidak melakukan penyembahan
yang biasa itu.
2.
Alasan lainnya, sebab dikatakn dalam ayat 11
bahwa mereka memberikan persembahan.
Kata-kata
“mempersembahkan persembahan sering digunakan dalam PL bahwa kata itu sering
digunakan untuk meberikan persembahan kepada Allah dan dalam PB digunakan sebanyak 7x sebagai
persembahan yang benar-benar diberikan kepada Allah sebagai sesuatu persembahan
dalam konteks agama.
3.
Kalau mereka hanya memberikan penghormatan hanya
berdasarkan tradisi, adalah aneh kalau mereka tidak menyembah Herodes karena
dia adalah raja yang berkuasa pada saat itu. Dan, mengapa mereka tidak
menyembah kepada Herodes? Tapi malah menyembah yang lain, sehingga mereka
menyembah seorang Anak Kecil. Kalau dalam tradisi timur harusnya lebih masuk
akal dan lebih kuat alasannya untuk menyembah Herodes.
4.
Mereka datang jauh dari Timur tidka untuk
menembah pangeran biasa. Sebab mereka melihat tanda bintang dan juga tuntunan
taurat yang menyatakan bahwa Yesus
adalah sang Ilahi. Dan mereka pun tidak menyembah kepada Maria yang telah
melahirkan Yesus. Sebab jika itu tradisi maka harusnya penyembahan kepada
ibunya juga perlu dilakukan.
Jadi, yang tetap kita percaya adalah bahwa mereka
menyembah kepada Yesus sebagai Mesias yang dijanjikan Allah untuk menyelamatkan
umat manusia. Dan tentunya ini memberikan kepada kita sukacita yang besar.
MATTHEW HANRY menuliskan bahwa orang-orang
Majus yang bijaksana sehingga mampu memandang apa yang ada dibalik selubung
ini, dan melihat kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa
di dalam diri Anak yang hina itu.
Mereka bukan hanya menyembah,
tapi hal kedua yang mereka lakukan yaitu memberikan persembahan. Setelah mereka
menyembah kepada Herodes sebagai persembahan yang pertama, mereka juga
mempersembahkan persembahan, yaitu emas kemenyan dan mur.
Mereka membawa persembahan dan
menyampaikan upeti seperti yang dijelaskan oleh Yesaya 60:6
“sejumlah besar unta akan menutupi daerahmu,
unta-unta dari Midian dan Efa. Mereka semua akan datang dari Syeba, akan
membawa emas dan kemenyan, serta memberitakan perbuatan mahsyur Tuhan.”
Ada banyak beberapa pandangan
mengenai emas, kemenyan dan mur…
-
Ada yang mengatakan bahwa persembahan ini
memiliki symbol-simbol tertentu yang dikaitkan dengan Tuhan Yesus. Yaitu emas
yang dikaitkan dengan kerajaan, berarti Yesus sebagai Raja
Kemenyan biasa
dipakai oleh imam dan mengatakan bahwa Yesus sebagai imam yang datang kepada
Allah membawa setiap dosa umat manusia.
Dan yang ketiga
adalah mur yang biasa dipakai untuk membalsemi orang mati sehingga dikatakan
ini sebagai symbol mengenai Yesus yang akan mati.
-
Ada juga yang menafsirkan bahwa teks ini harus
diartikan dan ditafsirkan sebagaimana ditulis dalam alkitab.
Jadi, kita harus
berhati-hati dalam membaca teks. Misalnya ketika membaca bahwa kita harus
menjadi garam dan terang dunia. Ini jangan diartikan secara hurufiah yaitu kita
jadi garam. Tetapi symbol bahwa kehidupan kita harus memberikan dampak yang
baik bagi orang banyak
Lalu ketika
alkitab menuliskan mengenai burung merpati yang dilepaskan oleh Nuh ketika itu
maka itu benar-benar berbicara mengenai hewan tersebut yaitu burung merpati.
Jadi, bagaimana kita mengartikannya?
Intinya adalah pada waktu mereka datang, maka mereka beri
persembahan sebagai hasil-hasil terbaik dari negeri Timur yang dipersembahkan
kepada Raja yang baru lahir yaitu Tuhan Yesus. Mereka memberikan yang terbaik
kepada Tuhan Yesus
Dan lagi-lagi
MATTHEW HENRY menuliskan
Bahwa Allah menyediakan pertolongan dan perlindungan yang
tepat kepada Maria dan Yusuf dimana mereka mungkin dapat menggunakan itu untuk
mencukupi kebutuhan hidup mereka sehari-hari.
Itulah maknanya.
Lalu, apakah sudah selesai cerita natal ini?
Belum !
Masih ada sebuah bagian dan
peristiwa penting yang dicatat oleh Matius yaitu yang berkaitan dengan perintah
Herodes yang menyuruh mereka kembali dan memberitahukan mengenai apa yang
mereka lihat tersebut.
Tetapi, apakah mereka kembali?
“Dan karena diperingatkan dalam mimpi supaya
jangan kembali kepada Herodes, maka pulanglah mereka ke negeri mereka melalui
jalan lain”
Dan mereka taat kepada peringatan
yang diberikan melalui mimpi untuk pergi menggunakan jalan lain.
Lalu, pertanyaan bagi kita
adalah, apakah yang terjadi dengan orang Majus setelah mereka bertemu dengan
Yesus?
Alkitab
hanya mencatat mengenai orang Majus sampai disitu. Dan tidak ada juga pada
bagian lain. Itulah akhir dari cerita mereka?
Kita tidak tahu. Sebab kesaksian alkitab tidak
mencatatkan hal itu.
Tetapi ada penafsir-penafsir yang mengatakan bahwa mereka
pulang sebagai orang beriman dan mati sebagai orang beriman.
Apa dasarnya?
Sebab jika Allah memulai segala sesuatu pekerjaan yang
baik, pasti Ia menyelesaikan sampai akhirnya. Kita tidak tahu lebih
mengenai mereka. tetapi perjalanan ziarah mereka tidak sia-sia mereka membawa
pulang pelajaran yang mereka pelajari dan akhirnya mati dalam iman kepada Dia
yang telah mereka sembah. Karakter mereka indah secara mencolok, iman yang
sederhana. Mereka percaya dan menyembah Dia yang mereka percayai tanpa ragu,
ketaatan tanpa keraguan, penuh kasih yang dalam yang menunjukkan diri mereka
dalam persembahan-persembahan yang mahal yang mereka berikan.
Hal ini berkaitan dengan Filipi
1:6
Akan hal ini aku yakin sepenuhnya
yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik diantara kamu, akan meneruskannya
sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus.
Ketika Allah memulai sesuatu yang
baik dalam hidup, Ia juga yang akan menyelesaikannya. Ketika kita diberikan pekerjaan tetapi mungkin
susah, percayalah Allah memberikan kita kemampuan untuk menyelesaikannya.
Jadi, dari peristiwa SUKACITA
INI, apakah hal yang dapat kita contoh dari orang Majus?
1.
Mendapat petunjuk dan menaatinya
Kita juga sebagai orang percaya,
kita memiliki petunjuk yaitu firman Allah, sesuai dengan 2 Timotius 3:16 segala
tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk
menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan, dan untuk mendidik orang
dalam kebenaran.
Firman Allah bukan Cuma
memberitahu kepada kita mengenai hal-hal baru yang kita ketahui tepapi untuk
menyatakan kesalahan kita. Jadi, jika kita ditegur lewat firman Tuhan maka
bukan berarti hamba Tuhannya yang sengaja tegur-tegur dosaku dimimbar, apalagi
jika yang khotbah adalah pembicara tamu lalu pas khotbah berbicara mengenai
dosa dan kesalahan atau apapun yang menyinggung hati lalu di katakana bahwa
hamba Tuhan disini sengaja ngomong atau request agar pendeta atau hamba Tuhan
tegur dosa jemaat yang ini dan itu. Hal ini tidak pernah kami minta untuk
disampaikan, tetapi kalau pembicara tamu yang khotbah lalu ada hal-hal yang
menegur setiap kita, berarti itulah hal yang dia hadapi dan dia gumulkan untuk
disampaikan dalam khotbah. Dan itu berarti bahwa firman Tuhan lah yang menegur
kita secara langsung, bukan hamba Tuhannya.
Dan firman Tuhan yang menjadi
petunjuk ini juga mau agar kita diajar, diperbaiki kelakuannya dan dididik
dalam kebenaran…
Kalau orang Majus dapat petunjuk
lalu taat, maka kita juga diberi petunjuk lewat firman maka kita juga harus
menaatinya.
2.
PERCAYA
Bukan sekedar
punya petunjuk tetapi mereka ambil tindakan untuk percaya, yaitu mereka ikuti
bintang itu sampai ke Yerusalem dan mendapat keterangan yang sempurna mengenai
Anak itu dan mereka semakin kuat, semakin percaya meskipun mungkin sudah lelah
bertanya sana sini, dari rumah ke rumah dan orang tidak tahu bahkan ketika
Herodes tahu mengenai Anak itu tetapi ia tidak mengirim pasukan untuk menemani
atau ada orang-orang yang ikut pergi kepada anak itu, sehingga itu harusnya
membuat mereka ragu akan kebenarannya sebab Yesus sperti tidak disambut
ditempat kelahiran-Nya sendiri. Di tanah-Nya sendiri.
Demikian juga
kita. Ketika menerima kebenaran firman, ketika mendengar kabar tentang Yesus sebagai
kabar sukacita yang besar.
3.
Mencari dan menemukan
Tindakan
percaya orang Majus naik satu level lagi ketika mereka mencari dengan
sungguh-sungguh dan akhirnya mendapatkan Yesus yang telah lahir itu.
Demikian juga
kita ketika kita datang sungguh kepada Tuhan saat ini dan kita dengan sungguh
mau mencaritahu, mendengar, punya kerinduan untuk diisi oleh firman Tuhan maka
kita akan menemukan makna sukacita natal yang sesungguhnya. Bahwa sukacita itu bukan hanya diberikan kepada
para gembala yang dianggap sebagai kaum “bawahan” atau kalangan tidak
terpandang, tetapi kabar itu datang juga kepada kaum yang terpandang yaitu
Majus. Artinya jangan menganggap diri kita tidak berarti apapun sebab kabar
sukacita itu sekarang kita tahu dan kita temukan datang untuk semua orang.
4.
Mengubah
Hal yang paling penting ketika
mendengar kabar sukacita adalah mengubah. Seperti yang disampaikan pada bagian
akhir dari kisah orang Majus yaitu mereka diubahkan karena pergi dengan sikap
percaya kepada Yesus yang mereka sembah. Mereka pulang sebagai orang yang
percaya…
Kehidupan kita juga harus berubah
di natal ini.
Jika selama ini terkurung oleh
dosa maka mulai natal ini kita perbaharui komitmen kita yaitu kita mau berubah
kea rah Kristus agar semakin segambar dan serupa dengan Krisuts.
5.
Akhir dari segala sesuatunya yaitu “memberi
persembahan”
Dua macam persembahan orang Majus
yaitu mereka sujud menyembah sebagai bentuk mereka mempersembahkan diri mereka
dan juga melalui emas kemenyan dan mur sebagai persembahan dalam bentuk benda.
Kita juga demikian. Allah mau
agar kita mempersembahkan tubuh kita sebagai persembahan yang hidup, kudus dan
berkenan kepada Allah seperti yang dikatakan dalam ROMA 12:1
Dan juga mendukung pelayanan yang
ada digereja Tuhan untuk memuliakan Tuhan seperti yang dituliskan dalam AMSAL
3:9a “muliakanlah Tuhan dengan hartamu”
Lalu, bagaimanakah dengan hidup
kita?
Mari kita ambil waktu untuk
merenungkan,,, sudah berapa kali kita mendengar berita sukacita seumur hidup
kita?
Mari ambil waktu untuk kita
merenungkan dan belajar dari kisah orang Majus ini dalam hidup kita.
-
Memiliki petunjuk [firman Tuhan]
-
Percaya
-
Mencari-menemukan
-
Mengubah
-
Memberikan persembahan
Tuhan Yesus memberkati
AMIN
Komentar
Posting Komentar