KISAH PARA RASUL 16:13-15
Peristiwa yang
kita baca adalah sebuah
perjalanan dari rasul yang cukup terkenal dan sering dikhotbahkan yaitu, Paulus.Dalam perjalanannya, ia banyak menjumpai orang-orang atau kelompok-kelompok tertentu dan
mengabarkan injil kepada mereka dan salah
satunya adalah kepada perempuan-perempuan yang ada di kota Filipi pada saat
itu, demikian Lukas menulisnya dalam
kitab Kisah Para Rasul.
Alkitab bukanlah sebuah buku yang cuma
menggambarkan kepahlawanan Daud, hikmat Salomo, perjalanan bangsa Israel dan
peran para tokoh-tokoh besar seperti Abraham, Ishak dan Yakub serta tokoh
lainnya. Tetapi alkitab
juga mencatat mengenai wanita-wanita yang juga ambil bagian di dalamnya
dan bukan hanya para pria seperti.
Ada Hawa, Rahel, Lea, Rut, Ester, dan banyak juga tokoh dalam
perjanjian lama.Bahkan 2 nama kitab dalam PL adalah nama wanita yaitu:Rut dan Ester.
Dalam Perjanjian Baru pun, nama-nama wanita hadir
dan punya hubungan dengan Tuhan Yesus. Siapakah mereka? Maria Ibu Yesus, Maria
Magdalena, Marta dan Maria lainnya, seorang wanita yang tertangkap berzinah,
wanita yang diikat setan, wanita yang mengalami pendarahan, seorang wanita
Samaria, wanita yang mencium kaki Yesus (mengurapi), wanita yang pergi ke kubur
Yesus dan menemukan bahwa Yesus telah bangkit dari antara orang mati.
Demikian pula dalam bagian yang lain di alkitab, yaitu
melalui rasul Paulus yang juga menyebutkan nama seorang wanita seperti yang kit
abaca, yaitu Lidia.
Alkitab juga merupakan buku yang
tidak hanya menceritakan tentang sejarah keselamatan, tetapi juga tentang orang-orang yang
bertobat dan mengalami perjumpaan dengan Kristus.Kisah-kisah mereka
diceritakan dalam Alkitab.Ada yang cukup panjang, tetapi ada juga yang singkat namun cukup
memberikan kita pelajaran yang sangat berarti.
Disini kita melihat Lidia sebagai
petobat pertama yang
tercatat dari Eropa (yaitu Orang dari Tiatira yang merupakan bagian dari kota
kuno Yunani tetapi sekarang sudah pisah dari Yunani dan kotanya sekarang yaitu
yaitu di Negara Turki).
Pertobatan Lidia yang dijelaskan di dalam Alkitab dapat
kita aplikasikan atau kita lihat bagaimana kejadian atau peristiwa atau
bagaimana kondisinya pada saat ini. Serta apa yang dapat kita pelajari dari
sana.
Ada 3 hal yang dapat
kita pelajari dan renungkan bersama:
1.
Pertobatannya adalah karya dari ketetapan Ilahi
Ketetapan (providensia) Allah
menurut seorang teolog, Henry C. Thiessen berarti “aktivitas Allah yang
berlangsung terus menerus dengan mana Ia membuat semua peristiwa yang terjadi
di dunia ini yang mengerjakan tujuan Allah.
Seperti dikatakan dalam Roma 8:28
“kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang
mengasihi Dia, yaitu mereka yang terpanggil dengan rencana Allah”
Melihat dari sisi ini, kita
perhatikan bahwa Allah bekerja dalam kehidupan Lidia.
Mengapa????
Paulus dihentikan oleh Roh Kudus/dicegah
untuk memberitakan injil di Asia (ay. 6), lalu ia bermaksuk ke tempat lain
yaitu Bitinia tetapi lagi-lagi Roh Kudus tidak mengizinkan (ay 7)… …
kemudian, Paulus mendapat suatu
penglihatan pada suatu malam, memanggil dia untuk menyeberang ke salah satu
daerah yaitu Makedonia (ay. 10)
Dan pada saat itu mereka ke Filipi
yaitu kota pertama di Makedonia. Akhirnya mereka tinggal disana. (12)
Dan pada hari sabat/hari perhentian saat itu (kalau saat
ini adalah saat beribadah) Paulus dan rekan-rekannya keluar pintu
gerbang/bagian pinggir kota, mereka menyusuri tepi sungai dan menemukan tempat
sembahyang. Dan disana mereka duduk lalu berbicara (menyampaikan injil kepada
perempuan-perempuan disana) dan diantara mereka, disebutkan sebuah nama yaitu
__ Lidia. .
Lidia turut mendengarkan apa yang
disampaikan …
Siapakah Lidia itu?
Ia seorang penjual kain ungu dari
kota Tiatira
Dia seorang yang kaya. Profesinya menjual kain ungu
tua berarti target penjualannya adalah orang-orang kaya dan terpandang,
orang-orang yang punya kedudukan. Karena kain ungu adalah kain
kebesaran yang biasa dipakai para pembesar-pembesar. Dan kalau yang
memakai adalah para pembesar, tentu harga yang diberikan juga adalah harga yang
sesuai dengan keuangan para pembesar-pembesar itu maka ia juga akan mendapatkan
untung yang banyak…
Tidak mudah bagi orang yang seperti
dia untuk percaya.Tetapi
dicatat disana bahwa dia beribadah kepada Allah.Tuhan membuka hatinya, sehingga ia
memperhatikan apa yang dikatakan oleh Paulus. (13-14).
Pada saat ia
beribadah, ia beribadah ditempat yang jauh dari daerahnya. Sebab dicatat dia
seorang dari Tiatira.Dia bukan dari Makedonia. Dia dari Tiatira di daerah
Yunani (seperti yang sudah disampaikan sebelumnya J
Oleh ketetapan Allah, Lidia pergi dahulu kesana sebelum
Paulus tiba disana.Dinegeri asing
itu ia mendengarkan injil dan bertobat (memberi diri dibaptis).
Setiap kita yang datang disini adalah
orang-orang percaya yang sudah bertobat dan ketika kita kesini, itu sudah
ketetapan Allah.Meskipun
mungkin ada kesibukan lainnya dirumah.Tetapi
kita telah memilih mengikuti tuntunan Allah untuk datang
beribadah.Kiranya ibadah kita ini tidak menjadi ibadah yang sia-sia.
Mungkin waktu kita datang, ada yang diajak, ada yang terpikir untuk bertemu seseorang atau lainnya.Tapi percayalah bahwa itu juga ketetapan
Allah.
Banyak orang ketika sudah mengalami sesuatu dalam hidupnya sering
cerita “Tuhan sudah atur saya
disini.Kalau tidak, pasti akan begini dan begitu.”Dan itulah ketetapan
Allah yang tidak dapat
kita pikirkan dengan pikiran kita yang terbatas.Kenapa saya ada disini,
kenapa ini terjadi dan lain sebagainya.
Kesaksian waktu ke Makassar
“sama seperti waktu saya, bersama
Ev. Elly dan Ev.Renita saat ke Makassar… pesan mobil CaBo untuk ke Makassar,
dan seperti biasa kami piker mobil yang datang adalah mobil merah.Tetapi
ternyata yang datang adalah mobil bis.Awalnya kami rasa tidak nyaman dan agak heran-heran, kenapa
di naikkan mobil ini.Kata sopirnya karena sebelumnya ada yang sewa datang ke
Bone tetapi waktu pulang kosong. Jadi, lebih baik pakai angkut penumpang dan
kamilah termasuk di dalamnya…. Saat kami berangkat memang kami agak kecewa dan
merasa agak tidak nyaman. Tetapi waktu itu lagi musim hujan dan pohon tumbang,
tanah longsor,, dan benar waktu sampai di Maros ternyata banjir dan kalau
mobilnya kecil maka air pasti masuk dan memang sebagian mobil kemasukan air.
Tetapi tidak ada jalan lagi. Dan kita sudah bisa tebak apa yang terjadi dengan
kami… karena naik bis maka air tidak sampai dalam mobil. Hanya sebatas tangga
saja… dan disana kami mengatakan bahwa Tuhan sudah atur semua indah”
Kadang seperti itulah ketetapan Tuhan.Kita tidak dapat
memikirkannya.Sama halnya yang terjadi dengan Lidia.
2.
Pekerjaan Lidia sendiri dalam pertobatannya
Dalam ayat 14, diaktan bahwa
“seorang dari perempuan itu yang bernama Lidia turut mendengarkan …
Lidia yang dahulu tidak sembayang
di rumah rumah ibadah itu tetapi akhirnya sembayang disana dengan wanita
lainnya.Mereka nampaknya tidak punya sinagoge (tempat ibadah) sehingga mereka
pergi jauh dari daerah mereka ke tempat tersebut untuk berdoa pada hari sabat.
Dalam ayat ini dituliskan bahwa Lidia mendengarkan apa yang
dikhotbahkan oleh Paulus dan rekan-rekannya. Lidia memustuskan untuk
mendengarkan apa yang disampaikan. Meskipun kita tidak dapat diselamatkan oleh diri kita sendiri, tetapi
kita perlu membuka hati kita untuk “paling tidak” mendengarkan apa yang
disampaikan lewat firman Tuhan… makanya banyak orang juga yang belum percaya
karena mereka belum membuka diri mereka untuk mendengar dan bertobat.
Kita datang setiap minggu ke
gereja dengan orang percaya.Tetapi apakah kita mendengarkan firman yang disampaikan?Atau pikiran kita kepada yang
lainnya?
Dalam Lukas 13:22-30 [14] yang
berbicara soal keselamatan, dikatakan “berjuanglah untuk masuk melalui pintu
yang sempit . . . “
Artinya, berjuanglah untuk
melakukan seperti apa yang dilakukan oleh Lidia, mendengarkan setiap firman
(perkataan/khotbat Paulus), melakukannya dan tetaplah menjadi pengikut Kristus
yang setia sampai akhir.
Dalam ROMA 10:14 “bagaimana
mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika
tidak ada yang memberitakan-Nya?”
Berusaha dan mendengarkan setiap
firman yang dikhotbahkan adalah salah satu sarana anugerah terbesar yang mana
melalui perjuangan itu, orang-orang dapat dipertobatkan.Sudah ada yang
memberitakan.Tugas kita adalah mendengar.
Lidia mendengarkannya dengan seksama dan itu merupakan
bagian dari pertobatannya.Demikian juga kita.Ketika kita mendengarkan
firman dengan baik, itu bukti dan tanda serta bagian dari pertobatannya.
3.
Ada pekerjaan [campur tangan] Paulus dalam
pertobatan Lidia
Ayat 14 menjelaskan kepada kita
bahwa “ia memperhatikan apa yang dikatakan oleh Paulus”. Kata yang tepat yang
diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, sesuai dengan bahasa Inggris (KJV) dan
bahasa Yunaninya.
Lidia memperhatikan apa yang
dikatakan Paulus.
Bagian Paulus disini adalah melalui apa yang ia katakan/khotbahkan.
Apa yang ia khotbahkan? … jawabannya tentu saja injil Kristus. Kabar baik
tentang Yesus yang datang membawa keselamatan keselamatan itu.tentang Yesus
yang datang ke dunia, mati dan bangkit. dijelaskan dalam ayat 10 (Allah telah
memanggil kami untuk memberitakan Injil kepada
orang-orang disana). Paulus tentu bicara banyak hal.Tetapi hal utama yang
selalu menjadi perkataannya yaitu Injil Kristus.
1 Korintus 15:1-4
1 “Dan
sekarang saudara-saudara, aku mau mengingatkan kamu kepada injil yang aku
beritakan kepadamu dan yang kamu terima, dan yang didalamnya kamu teguh
berdiri.
2 Oleh injil
itu kamu diselamatkan, asal kamu teguh berpegang padanya, seperti yang telah
kuberitakan kepadamu—kecuali kamu telah sia-sia menjadi percaya.
3 Sebab yang
sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kamu terima
sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan
kitab suci,
4 bahwa Ia
telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga,
sesuai dengan kitab suci.
Dalam bagian lain, 1 Korintus
1:23 “kami memberitakan Kristus yang disalibkan”
Intinya tentang Karya Allah
melalui Yesus Kristus
Oleh sebab itu ketika para Pengkhotbah di gereja kita selalu
menyampaikan dan memusatkannya padaapa yang telah Kristus lakukan, yaitu
karya keselamatan bagi kita semua. Kristus yang telah mati dan bangkit inilah yang selalu disampaikan dan
harus menjadi pusat dari setiap firman Tuhan sehingga setiap orang dapat
mengerti.
Dan tidaklah
salah jika kita mengatakan bahwa
hal ini jugalah yang menjadi pusat dari apa yang disampaikan oleh Paulus kepada
Lidia.Dan jika firman disampaikan, seharusnya itu juga menjadi
kesukaan kita.Bukan
kita mau dengarkan firman kalau tergantung terhadap pengkhotbahnya…
sebab kalau demikian berarti kita tidak beribadah karena kita sadar akan
kemenangan yang Kristus telah berikan kepada kita, tetapi kita mencari manusia
yang berkhotbah. Maka sia-sialah khotbah itu bagi kita yang mendengar.
KISAH
ANAK MUDA DAN OMNYA. . .
Ada sebuah
cerita tentang anak muda yang begitu bersemangat untuk mengajak omnya datang ke
gereja.Sebab omnya ini kehidupannya begitu jauh dari Tuhan.Omnya tidak pernah
mau mendengarkan atau menanggapi ajakannya.Tetapi tidak tahu mengapa hari
itu, anak muda ini begitu semangat mengajak omnya.Karena
ia tahu bahwa minggu depan yang khotbah adalah seorang pendeta besar dan
terkenal di gerejanya dan setiap khotbahnya selalu dinilai bagus oleh
anak muda ini dan ia yakin kalau omnya dengar pasti omnya akan berubah.
Akhirnya dia
mengajak omnya tersebut sepulang dari gereja, katanya “om ikutlah minggu depan
ibadah. Biar hanya sekali itu saja, tidak apa-apa”.Dan omnya berkata agar
ingatkan saja lagi besok.Dan besok hari dia mengingatkan omnya lagi.Omnya
bilang ingatkan lagi hari kamis, lalu saat hari kamis diingatkan lagi. Dan
katanya, iangatkan lagi sabtu… dan ia mengingatkan lagi sehingga omnya mengatur
agar hari minggu nanti tidak ada yang dia kerjakan dan tidak janjian dengan
siapapun sebab mau ke gereja.
Dan tibalah
hari minggu anak muda ini bersemangat untuk memanggil omnya dan … ternyata
omnya cukup antusias.Toh pikirnya hanya satu kali itu saja tak apalah,
sekali-kali ikuti permintaan dari keponakannya.
Dan akhirnya mereka
ibadah.Sepanjang ibadah dan nyanyian yang cukup lama itu, omnya tidak
bersemangat seperti pertama.Dan anak muda ini mulai cemas sebab ada sesuatu
yang dia perhatikan namun tidak tampak olehnya… hingga tibalah saatnya WL
memanggil pengkhotbah pada saat itu.dan ternyata benar saja kekhawatiran anak
ini terjadi. Pengkhotbah yang ia tunggu-tunggu seminggu lamanya dan yang dia
yakin akan berkhotbah dengan baik ternyata tidak ada karena berhalangan. Dan
yang naik khotbah adalah seorang hamba Tuhan yang sudah tua yang bahkan jalan
harus digandeng dan dituntun untuk naik ke panggung mimbar dan anak muda ini
tahu bagaimana kalau kakek ini berkhotbah.Dia menjadi patah semangat walaupun
tetap mendengar khotbahnya. Dan kakek ini mulai mengajak jemaat membukan
alkitab dari Kejadian 5:1-32
Kakek ini membaca ayat ini tanpa
mengajak bergantian dengan jemaat. Kakek ini (hamba Tuhan tua ini) membaca
dengan begitu pelan, kadang salah, namun setiap akhir ayat (kalau kita
perhatikan pasal 5) ia memberikan tekanan….
“jadi
Adam mencapai umur 930th lalu ia mati . . .(tarik nafas)
“…
Set mencapai umur 912th lalu ia mati…. (tarik nafas lagi)
“enos
910th . . .
“mahaleel
895 th . . .
Terakhir
Lamekh 777th . . .
Ditutup
dengan ayat 32 setelah Nuh berumur 500 th, ia memperanakkan Sem, Ham dan yafet
. . .
Selesai membaca ayat maka
mulailah ia menambahkan beberapa kalimat dalam khotbahnya, lalu menutup dengan
doa…]
Sampai
akhirnya ibadah selesai dan mereka pulang.Dan anak muda ini berkata bahwa
pengkhotbah ini tidak berhasil menobatkan omnya tersebut. Dan sepulang gereja,
ia tidak lagi mengajak omnya untuk datang minggu depan sebab ia janji hanya
hari minggu itu saja . . . .
Tetapi, apa
yang terjadi. Minggu depannya pagi-pagi benar omnya sudah siap dan mengajak
anak muda ini untuk ke gereja.Dan anak muda ini kaget.Mengapa? Sebab pikirnya
yang lalu hamba Tuhan yang sudah tua itu tidak memberikan ajakan ke gereja
bahkan majelis yang menyambut tak mengajaknya…
Lalu ia penasaran dan bertanya…
kenapa om mau ke gereja lagi?
Jawabnya: “saya tidak bisa tidur
dengan nyenyak sepulang dari gereja minggu lalu…”
Anak muda: “kenapa bisa?”
Om : saya terus kepikiran
perkataannya dan membayangkan hamba Tuhan yang tua tersebut
Anak muda: maksudnya?
Om: saya kepikiran terus setiap
kali ia menyebutkan satu kata yang sama… sambil menarik nafas…
Anak muda: apa itu:
Om : lalu ia mati . . . lalu ia
mati . . .
Ia berpikir nanti bagaimana jika ia
mati. Ia membayangkan hamba Tuhan tua tersebut kalau sudah mati pasti masuk
surga, ia melayani dan setia, meski nafasnya tersengal-sengal tapi ia setia
kepada Tuhan..sedangkandirinya bagaimana?
Itulah
Jika kita ke gereja memandang orang bukan firman.Firman
yang disampaikan adalah firman yang hidup.Hamba Tuhan menjadi media untuk kita
dapat mendengarkan firman.
Jangan pernah meremehkan bahkan
merendahkan firman yang disampaikan.Firman itu bisa
menobatkan kita, menobatkan orang lain… yang penting intinya adalah Kristus.
Hal yang sama juga terjadi kepada
Lidia. Dia sadar siapa Kristus yang disampaikan melalui rasul Paulus.Apakah
kita juga demikian?Percaya dengan sungguh ketika hamba Tuhan menyampaikan
firman?Atau justru kita protes dalam hati, kenapa hamba Tuhan menyampaikan ini
dan itu? (hal ini saya sampaikan untuk mengingatkan kepada kita semua bahwa
firman Tuhan tidak akan pernah kembali dengan sia-sia)
Dan apa akhir dari kisah Lidia?
Dia memberi diri dibaptis beserta dengan seisi
rumahnya..bahkan ia melayani mereka sebagai hamba Tuhan untuk menginap/tinggal
di rumahnya selama mereka di kota tersebut (Filipi)…
Ketika orang sudah bertobat dan percaya, maka mereka
melayani.Ada banyak pelayanan yang bisa dilakukan dan pada saat itu,
mengizinkan mereka tinggal dirumahnya adalah suatu pelayanan yang paling dekat.Bagaimana
dengan kita?Ada banyak pelayanan di gereja yang dapat kita lakukan.Pelayanan itu juga sebagai bukti
kita adalah orang yang sudah bertobat. Melakukannya dengan kesadaran akan kasih
Allah .
KISAH PARA RASUL 16:15 “sesudah
ia dibaptis bersama-sama dengan seisi rumahnya, ia mengajak kami, katanya:
“jika kamu berpendapat bahwa aku sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan, marilah
menumpang di rumahku.”
Itu menjadi pelayanan Lidia yang
dicatat disana, dan dalam KPR 16:40 rasul Paulus dan rekan-rekan kembali ke
rumah Lidia ketika mereka lepas dari penjara dan juga menobatkan seorang
perwira dan seisi rumahnya.Mereka masih diterima di rumah Lidia lalu
menjelaskan bahwa semuanya baik-baik saja dan melanjutkan perjalan mereka.
Saya tidak tahu bagaimana pertobatan
kita. Apakah sudah kita jalani dengan sungguh atau hanya sekedar saja… mari
kita introspeksi diri di hadapan Tuhan.
--------------------------------------------------------------------
-------------------------------------------------------------------
Apakah kita sungguh-sungguh sudah
bertobat atau belum.
Sebab pertobatan itu bukan bicara soal kita
merasa bersalah dan takut kepada akibat dosa (dihukum dll) tetapi
menyadari bahwa dosa itu menyakiti hati Allah dan sehingga kita benci utk berbuat dosa dan
menyadari kasih karunia dari Allah
Pertobatan bukan soal pengalaman spektakuler/luar
biasa, yang dulunya begitu jahat, membunuh, mencuri atau memberontak atau
pengalaman lain yang kita anggap luar biasa,,sebab bisa jadi kita merasa aman tetapi kita tidak
menemukan kepastian keselamatan, kita hanya berpikir bahwa kebaikan akan
menyelamatkan. Hal itu tidak bisa… Marthin
Lutheradalah seorang imam Katolik tetapi ia belum menemukan
kepastian keselamatan sebab ia merasa perbuatan baik dapat menyelamatkan tetapi
ternyata tidak dan akhirnya ia bertobat dan menemukan jalan bawa keselamatan
hanya melalui iman kepada Yesus Kristus.
----------------------------------------------------------------
Marilah kita belajar seperti
Lidia yang sudah bertobat kepada Kristus karena karya keselamatan yang
dikerjakan kepadanya…
1.
Pertobatan terjadi karena ketetapan Allah atas
hidup kita dan karena karya keselamatan yang telah dilakukan dalam Yesus
Kristus.
2.
Kita membuka hati kita untuk menerima firman
sehingga kita boleh bertumbuh
3.
Mendengarkan firman, setia beribadah kepada
Tuhan
Komentar
Posting Komentar