Refleksi Mazmur 5:1-13 Doa di pagi hari

Mazmur 5:1-13 

Sebagai orang Kristen saya rasa sebagian besar dari kita atau bahkan kita semua berdoa di waktu pagi. Karena doa di pagi hari sepertinya menjadi doa yang paling sering kita lakukan selain doa makan. :)

Sebab berdoa di pagi hari, sebelum atau pun sesudah matahari terbit akan begitu khusuk (asal jangan sampai ketiduran lagi ya?). Begitu juga dengan saya secara pribadi. Ketika pagi hari pikiran kita begitu relaks dan siap untuk memulai hari. Oleh sebab itu ketika berdoa sepertinya akan terasa lebih tenang dan khusyuk. 

Namun, bukan itu alasan kita berdoa di pagi hari. Kita belajar berdoa di pagi hari tentu harus berdasarkan alkitab. Dan saya ingin kita merefleksikan renungan kita dari Mazmur 5 yang merupakan mazmur dari raja Daud.

Ayat yang ke 4 dari Mazmur ini mungin mejadi rujukan bagi LAI untuk memberikan judul perikop "Doa pada pagi hari" dan menurut saya, ini cukup membantu kita memahami maksud dari mazmur ini. 

Dalam Mazmur 5:4 Daud mengatakan: "pada waktu pagi Engkau mendengar seruanku, pada waktu pagi aku mengatur persembahan bagi-Mu dan aku menunggu-nunggu." Dari sini kita melihat bahwa ketika pagi Daud berdoa dan memohon kepada Tuhan. Namun bukan hanya itu, ia juga membawa korban bagi Tuhan. Ini adalah hal yang menarik ketika kita melihat doa Daud dan kita mengaplikasikan dalam masa sekarang ini. Yaitu ketika kita berdoa di pagi hari itu juga berarti kita sedang membawa persembahan kepada Tuhan. Apa yang menjadi persembahan bagi Tuhan kalau kita melihat konteks saat ini? Persembahan itu bukan lagi berupa hewan melainkan diri kita. Kita membawa diri kita di pagi hari bahkan untuk memulai hari itu sebagai persembahan bagi Tuhan. Kita seharusnya mengatakan kepada Tuhan: "Tuhan, ini hidupku, ini diriku, pada hari ini ketika aku memulainya, aku mau persembahkan diriku sebagai persembahan yang hidup bagi Tuhan, aku mau diriku dipakai oleh Tuhan untuk kemuliaan Tuhan"oleh sebab itu, tidak salah jika rasul Paulus mengingatkan agar kita melakukan segala sesuatu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia, baik waktu kita makan, minum, duduk, berdiri dan lain sebagainya, kita lakukan untuk Tuhan. Sebab ketika pagi hari kita sudah mengatakan bahwa kita mau persembahkan hidup kita bagi Tuhan. Sebab kita juga tahu bahwa disepanjang hari yang akan kita jalani, Tuhan akan menjaga keluar masuk kita dimanapun dan kapanpun, bersama siapapun.

Daud yakin akan hal itu. Demikian juga dengan kita. Seharusnya kita punya keyakinan yang sama dengan Daud. Oleh sebab itu kita perlu melihat struktur doa dari Daud.

1. Ayat 2-3 merupakan tujuan doa Daud. Yaitu kepada Allah yang berkenan mendengarkan seruan doanya dan memerhatikan permintaan kita seturut khendak-Nya (oleh sebab itu disana tidak ada paksaan)

2. Ayat 5-7 dan 10-11 merupakan suatu realit yang disadari Daud bahwa ada banyak musuh yang ingin mencelakainya. Ada orang yang dapat berbuat jahat maupun yang melakukan kejahatan di sekitarnya atau kepada orang lain. Tetapi Daud pun yakin bahwa Tuhan akan menghukum mereka karena perbuatan mereka.

3. Ayat 8-9 dan 12-13 merupakan keyakinan dan pengharapan orang yang takut akan Tuhan akan mendapatkan kasih setia Tuhan, tuntunan dan pelrindungan Tuhan. Orang benar akan bersorak-sorai karena berkat Tuhan dalam kehidupannya.

Bagaimana dengan kita? Apakah kita mendasari doa kita dipagi hari dengan pengertian tersebut? Oleh sebab itu marilah kita belajar untuk memulai hari kita dengan datang kepada Tuhan dalam doa kita. Tanda bahwa kita hanya bergantung sepenuhnya kepada Tuhan. Kita tidak bisa hidup tanpa Tuhan. Doa kita di pagi hari juga merupakan tanda bahwa pada hari itu "aku mau serahkan diriku sebagai persembahan kepada Tuhan dalam segala hal yang aku lakukan. aku mau memuliakan Tuhan"

Semua itu sangat dimungkinkan sebab Kristus telah menjadi perantara sekaligus korban bagi Allah Bapa untuk melayakkan kita berdoa kepada-Nya. (OYYK)


Jangan lupa berdoa untuk memulai hari kita,

God Bless You



Komentar